Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:35 WIB

RR Ternyata Pernah Adukan Sri Mulyani ke Jokowi

Jumat, 5 Juli 2019 | 04:09 WIB
RR Ternyata Pernah Adukan Sri Mulyani ke Jokowi
Rizal Ramli dan Sri Mulyani - (Foto: Riset)

INILAHCOM, Jakarta - sekitar 3,5 tahun lalu, Rizal Ramli pernah menyampaikan peringatan dini kepada Joko Widodo (Jokowi). Terkait pengetatan anggaran (austerity) Menkeu Sri Mulyani yang berdampak buruk kepada perekonomian.

Ekonom senior ini menyebut, kebijakan austerity yang dilakukan Sri Mulyani sangatlah kuno. Kebijakan ekonomi makro super konservatif itu hanya akan membuat senang kreditor utang dan investor asing.

Namun rakyat yang bakal kena getahnya. Lantaran mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional, terbukti stagnan di angka 5%-an. Selain itu, daya beli masyarakat akan anjlok dan berpengaruh pada harga aset yang yang rontok

Ramalan RR terbukti benar. Tercatat hingga kini, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa menembus angka 6%. Sementara daya beli masyarakat mengalami penurunan.

Dampaknya, perusahaan sekelas Giant segera tutup dan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawan. Tidak hanya itu, PT Krakatau Steel sebagai perusahaan plat merah pengolah baja juga harus melakukan restrukturisasi ribuan karyawan.

"Hari ini sektor retail rontok, Giant tutup PHK, Krakatau Steel PHK. Investor China pesta karena asset price anjlok. Terjadi pergantian pola kepemilikan. Jokowi dikibuli," tegas mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Dia mengingatkan Jokowi untuk tidak menyangkal penurunan daya beli dengan menyebut masyarakat pindah belanja ke sektor daring. Bagi RR, sapaan akrabnya, sektor daring tanah air kini tidak lebih memprihatinkan. Sebab, 70% aplikasi jual beli online yang ada sebatas menjadi alat pemasaran produk-produk impor. "Jika nanti sektor retail dan online dikuasai asing, maka komplitlah ketergantungan impor menjadi permanen," pungkasnya. [tar]

Komentar

x