Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 12:26 WIB

Dituding Gelapkan Pajak, Ini Kata Boy Thohir

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 5 Juli 2019 | 11:10 WIB
Dituding Gelapkan Pajak, Ini Kata Boy Thohir
CEO Adaro Energy, Garibaldi Thohir - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - CEO PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Garibaldi Thohir buru-buru membantah tudingan LSM asing, Global Witness yang menyebut Adaro menggelapkan pajak melalui Coaltrade Services International Pte.Ltd.

Boy Thohir, sapaan akrabnya, menyanggah laporan tersebut. Dia menegaskan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, adalah otoritas yang paling mengetahui benar tidaknya laporan yang dilangsir Global Witness itu.

"Yang bisa menentukan apakah kita melakukan hal tersebut adalah Ditjen Pajak. Negara kita tidak boleh dijajah oleh bangsa lain dan dengan opini-opini institusi lain, karena yang paling tahu adalah otoritas pajak Indonesia," kata Garibaldi dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (7/5/2019).

Ia menegaskan, Adaro sebagai perusahaan publik menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Di mana, Adaro senantiasa patuh terhadap aturan yang berlaku, termasuk aturan perpajakan.

Selama bertahun-tahun, Adaro terpilih sebagai salah satu wajib pajak yang menerima apresiasi dan penghargaan atas kontribusinya terhadap penerimaan negara, patuh terhadap peraturan perpajakan serta responsif. Sebagai perusahaan nasional, Adaro berkomitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan dan kemajuan ekonomi Indonesia melalui pembayaran pajak dan royalti.

"Tahun 2018 Adaro telah memberikan kontribusi kepada negara senilai total USD721 juta (USD378 juta dalam bentuk royalti dan USD343 juta dalam bentuk pajak)," jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa Coaltrade Services International Pte.Ltd merupakan salah satu perusahaan grup Adaro yang berbasis di Singapura untuk memasarkan batubara Adaro di pasar internasional (ekspor).

Sebagai kantor pemasaran internasional, Coaltrade Services International Pte.Ltd berperan penting untuk memperluas pasar internasional dengan tetap berpegangan pada ketentuan Harga Patokan Batubara (HPB) serta aturan perpajakan dan royalti yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Sebagaimana diberitakan, Global Witness dalam laporannya menyebut Adaro memindahkan laba ke jaringan perusahaannya di Singapura, Coaltrade Services International. Tujuan menghindari kewajiban membayar pajak yang telah dilakukan sejak 2009 hingga 2017.

Adaro diduga telah mengatur sedemikian rupa sehingga mereka bisa membayar pajak US$125 juta atau setara Rp1,75 triliun (kurs Rp14.000) lebih rendah daripada yang seharusnya dibayarkan di Indonesia. Dengan memindahkan sejumlah besar uang melalui suaka pajak, Adaro berhasil mengurangi tagihan pajaknya di Indonesia. Laporan itu menyebutkan pemasukan pajak RI berkurang hampir US$14 juta setiap tahuna. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x