Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 06:13 WIB

Bos AP I Ingin Garap YIA Jadi Hub Internasional

Jumat, 5 Juli 2019 | 19:08 WIB
Bos AP I Ingin Garap YIA Jadi Hub Internasional
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) kepincut mengembangkan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menjadi hub internasional, selain Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) dan Bandara I Gusti Ngurah Rai (Denpasar).

"Saya melihat, ke depan YIA inilah yang bisa menjadi salah satu hub utama kita terutama yang di wilayah Jawa Tengah. Kalau selama ini Cengkareng dan Bali, ya, dan YIA menjadi salah satu yang dikembangkan untuk penerbangan internasional," kata Direktur Utama AP I, Faik Fahmi dalam sebuah diskusi di Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, Jumat (5/7/2019).

Faik mengatakan, AP I tengah mempersiapkan konektivitas antara Bandara Yogyakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar), sehingga akan tertata sistem angkutan udara yang lebih efektif. Untuk itu, Bandara YIA memang dipersiapkan agar bisa didarati pesawat berbadan besar, sekelas Boeing 777 dan Airbus 380. Ssehingga bisa menampung wisatawan asing dengan jumlah banyak.

"Saya kira YIA ini benar akan membuat DIY akan lebih istimewa. kalau kita lihat dari sisi struktur fisiknya, bandara ini menjadi salah satu bandara yang terbaik di Indonesia. Kalau kita landasan pacu 3.250 meter yang sangat besar, sehingga pesawat-pesawat berbadan besar 777 380 full load, full capacity, bisa masuk di Kulon Progo secara langsung," kata Faik.

Faik meyakini, Yogyakarta bakal menjadi pintu gerbang masuknya wisatawan terutama dari manca negara yang saat ini masih sangat terbatas kapasitasnya di Bandara Adisutjipto.

"Yogyakarta ini kan termasuk daerah yang menjadi kunjungan turis asing pada waktu itu tapi karena ada persoalan terkait aksesibilitas karena Adi Sutjipto tidak bisa didarati pesawat besar sehingga ada kesulitan turis asing masuk ke Yogyakarta," kata Faik.

Faik berharap, dengan membawa banyak wisman ke Yogyakarta akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, baik itu Pemrov DI Yogyakarta maupun Jawa Tengah.

Faik menyebutkan dengan hadirnya Bandara Internasional Yogyakarta, pertumbuhan ekonomi Kulon Progo meningkat dari 5,4% pada 2015, menjadi 10,6% pada April 2019. Selain itu, perekonomian DI Yogyakarta mengalami lompatan lumayan signifikan. Yakni dari 5,05% pada 2015 menjadi 7,5% pada April 2019. "Ini naiknya sangat signifikan padahal bandara belum selesai dioperasikan. Bayangkan nanti kalau misalnya bandara ini sudah 100 persen beroperasi," kata Faik. [tar]

Komentar

x