Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 17:49 WIB

Tiket Pesawat Turun 50%, Terima Kasih Pak Jokowi

Selasa, 9 Juli 2019 | 09:09 WIB
Tiket Pesawat Turun 50%, Terima Kasih Pak Jokowi
Presiden Joko Widodo
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan para menterinya untuk berupaya menurunkan harga tiket pesawat. Demi kepentingan rakyat serta dampak lainnya kepada sektor pariwisata.

Mulai 11 Juli, pemerintah resmi menurunkan tarif pesawat udara sebesar 50% dari Tarif Batas Atas (TBA) untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC) domestik.

Kebijakan yang disampaikan Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono ini, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyediakan penerbangan murah bagi masyarakat

"Penurunan tarif diberlakukan pada keberangkatan tertentu, yaitu hari Selasa, Kamis dan Sabtu, pada pukul 10.00 sampai 14.00. Penurunan tarif sebesar 50 persen dari TBA LCC berlaku untuk 30 persen tempat duduk dari total kapasitas pesawat," ujar Susiwijono di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Penurunan tarif angkutan udara tersebut berlaku untuk Citilink dengan total 62 flight per hari Selasa, Kamis dan Sabtu dengan total kursi sekitar 3.348 kursi, dan juga Lion Air Group dengan 146 flight per hari Selasa, Kamis dan Sabtu dengan total kursi sekitar 8.278 kursi.

"Ada 64 flight-nya Citilink dan 146 flight-nya Lion Air per hari, yang kita dedikasikan untuk penerbangan murah dengan penurunan 50 persen dari TBA untuk 30 persen dari alokasi seat," kata Susiwijono.

Susiwijono mengatakan kebijakan penurunan tarif angkutan udara tersebut berlaku untuk penerbangan LCC domestik jenis pesawat jet, sedangkan propeler tak berlaku.

"Karena penyesuaian di sistem kurang 2 sampai 3 hari karena besok sudah selasa, pembelakukan Selasa, Kamis dan Sabtu, maka akan efektif berlaku pada hari Kamis tanggal 11 Juli 2019," ujar dia.

Dari 64 fligt dan 146 flight tersebut sesuai dengan kebijakan mengenai mekanisme izin rute dari Dirjen Perhubungan Udara, akan dilakukan peninjauan rute pada Oktober.

Untuk pengawasan kebjakan, akan dilakukan evaluasi dan monitoring bersama-sama oleh Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN, serta Kemenko Perekonomian.

"Jadi, pengawasan dan monitoring akan diberlakukan bersama-sama antara kemenhub Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian BUMN dan Kemenko Perekonomian, bersama seluruh stakeholder yang terkait yang hadir sejak rapat koordinasi yang lalu," ujar Susiwijono.

"Ini nanti akan periodik kita lakukan evaluasi bersama melalui rapat monitoring dan evaluasi atas kebijakan penurunan tarif angkutan udara ini," tambah dia. [tar]

Komentar

x