Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 13:28 WIB

Produksi Migas 2 Sumur Lapangan Bekapai Naik

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 9 Juli 2019 | 14:54 WIB
Produksi Migas 2 Sumur Lapangan Bekapai Naik
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Produksi minyak dan gas bumi (Migas) dari dua sumur di Lapangan Bekapai bertambah. Adapun dua sumur itu, yakni BG-21 dan BG-22, menambah produksi gas sebanyak 12 MMscfd dan minyak sebanyak 3.550 BOPD.

Lapangan Bekapai merupakan lapangan tertua di Wilayah Kerja (WK) Mahakam. Lapangan ini telah diproduksi lebih dari 40 tahun. Nah, pengeboran dua sumut selesai pada 4 Mei 2019 lalu.

Kemudian, dilanjutkan pemasangan instalasi pipa, intervensi sumur untuk pengaturan zona produksi, dan fase pembersihan sumur secara bertahap. Pada 10 Juni 2019 sumur BG-21 mulai memproduksi gas sebesar 11 MMscfd dan minyak sejumlah 2.100 BOPD.

Sumur BG-22 menyusul menghasilkan gas sebesar 1 MMscfd dan minyak sebanyak 1.450 BOPD (sumur ini masih dalam fase ramp-up) pada 18 Juni 2019. Dengan penambahan produksi dari kedua sumur baru ini, maka jumlah produksi rata-rata minyak di Lapangan Bekapai menjadi 8.203 BOPD, dan produksi gas-nya menjadi 47,2 MMscfd.

Terobosan dilakukan pada operasi kali ini dimana kegiatan hotwork naked flame atau pekerjaan pengelasan, pemotongan atau aktivitas lain yang menggunakan api atau menghasilkan percikan api, dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan pengeboran.

Operasi simultan (simops) seperti ini baru pertama kali dilakukan di WK Mahakam sebagai upaya untuk mempersingkat durasi pekerjaan penyambungan sumur (well connection). Keberhasilan simops ini dimungkinkan setelah melalui analisis risiko yang mendalam dan spesifik, sebagai hasil kolaborasi sejumlah divisi di PHM.

General Manager Pertamina Huku Mahakam (PHM) John Anis mengaku, gembira atas peningkatan produksi dari kedua sumur yang baru tersebut walau Lapangan Bekapai sudah sangat mature, dan dia berharap sumur-sumur lain yang dibor sepanjang 2019 ini juga akan memberikan kontribusi yang positif bagi WK Mahakam.

"Semoga kedua sumur tersebut dapat bertahan dalam menyumbang produksi dari WK Mahakam," kata Anis, Selasa (9/8/2019).

Ia mengapresiasi kerja sama aktif dari semua pihak yang terlibat, dimulai dari Sub-surface, Drilling, Well Intervention, Construction, Field Operation dan site Bekapai, termasuk dukungan dari SKK Migas dan PHI.

Adapun PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), adalah operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk perusahaan.[jat]

Komentar

Embed Widget
x