Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:38 WIB

Bekraf: Angkanya Kecil, Jangan Galau Pajak Digital

Selasa, 9 Juli 2019 | 16:54 WIB
Bekraf: Angkanya Kecil, Jangan Galau Pajak Digital
Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Fadjar Hutomo - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemberlakuan pajak digital, menurut Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Fadjar Hutomo, tidak perlu dirisaukan oleh pelaku usaha rintisan (start-up).

"Fokus pajak untuk e-commerce sebenarnya, bukan untuk startup. Mungkin startup juga akan terdampak, tapi kawan-kawan startup tidak perlu khawatir soal itu," ujar Fadjar di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Menurut Fadjar, perhatian pemerintah, sebenarnya hanya ingin menggali lebih dalam transaksi e-commerce yang terjadi di platform-platform digital global. Caranya dengan menerapkan pajak digital. "Memang sampai hari ini pemerintah kesulitan untuk menerapkan atau memungut pajak dari mereka (platform digital global). Saya kira itu perhatian pemerintah," ujar Fadjar.

Dia mengatakan apa yang sudah ada sekarang misalnya dengan penerapan pajak industri kecil menengah (IKM) hanya 0,5%. Angka ini dinilainya tidak akan memberatkan pengusaha. "Cukup fair-lah. tidak terlalu memberatkan IKM. Pemerintah juga sudah bisa memberikan insentif. Saya kira yang sekarang pun enggak masalah," katanya.

Fadjar beranggapan, pajak merupakan sebuah keniscayaan. Artinya, pelaku industri digital tidak bisa selamanya menghindar dari pajak.

Namun menurut Fadjar, selain memungut pajak, pemerintah juga punya tugas untuk memberikan insentif bagi pertumbuhan dan akselerasi pengusaha startup. "Soal keinginan pemerintah menerapkan pajak, terutama kepada startup, kalau bicara pengembangan usaha kreatif dan inovatif, mau tidak mau kita akan bicara bagaimana mengembangkan startup di bidang ini," kata Fadjar. [tar]

Komentar

x