Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:20 WIB

KPR Non Subsidi Sepi, Bankir BTN Ngerem Kredit

Selasa, 9 Juli 2019 | 17:09 WIB
KPR Non Subsidi Sepi, Bankir BTN Ngerem Kredit
Direktur Utama BTN, Maryono - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peminat KPR non-subsidi lesu, PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (Persero/BTN) terpaksa menurunkan target kredit menjadi 15%-16% pada 2019. Sebelumnya dipatok 17% secara tahunan (year on year/yoy).

"Ada revisi sedikit di Rencana Bisnis Bank, untuk pertumbuhan kredit turun sedikit. Jadi pertumbuhan kredit di sekitar 15 persen hingga 16 persen," kata Direktur Utama BTN, Maryono di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Revisi terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) ini, menurut Maryono, hanya bersifat minor dan hanya untuk target pertumbuhan kredit. Pemicu BTN menurunkan target pertumbuhan kredit adalah permintaan KPR khususnya non-subsidi yang tidak sesuai ekspetasi. "Pasarnya agak turun karena di non-subsidi," ujar dia.

Maryono masih enggan menjelaskan lebih detil terkait penyebab lain atas penurunan target pertumbuhan kredit. Beberapa waktu lalu, dia mengungkapkan, BTN cukup terpengaruh dengan perlambatan ekonomi global, serta ada faktor melandainya pertumbuhan ekonomi domestik. "Kalau untuk pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) masih sama, hanya kredit yang ada perubahan minor," ujar Maryono.

Dia berharap, ada kebijakan yang bersifat stimulus dari regulator yakni Bank Indonesia (BI). Misalnya dengan menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate. Kalau itu dilakukan sama halnya dengan menurunkan biaya pendanaan.

Pada kuartal I-2019, kredit BTN terbilang tumbuh moncer. Kredit perseroan naik 19,57% (yoy), dari Rp202,5 triliun pada triwulan I-2018, menjadi Rp242,13 triliun.

Pertumbuhan kredit BTN memang sangat mengandalkan bisnis kredit perumahan. Kredit perumahan BTN tercatat tumbuh 19,11% (yoy) dari Rp184,46 triliun pada akhir Maret 2018, menjadi Rp219 triliun di akhir Maret 2019. Dengan capaian kredit itu, BTN menghimpun laba bersih Rp723 miliar di kuartal I-2019. Atau tumbuh 5,67% secara tahunan (yoy). [tar]

Komentar

Embed Widget
x