Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 06:16 WIB

Sewa Alsintan di Cilacap Sudah Termasuk Premi AUTP

Kamis, 11 Juli 2019 | 06:00 WIB
Sewa Alsintan di Cilacap Sudah Termasuk Premi AUTP
Mentan Amran Sulaiman - (Foto: Humas Kementan)

INILAHCOM, Cilacap - Berbagai upaya dilakukan pemerintah mendorong petani ikut Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Apalagi, musim kemarau panjang sudah tiba. Salah satunya biaya premi dimasukkan dalam harga sewa Alat Mesin Pertanian (Alsintan) yangdikelola Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA).

Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap yang membuat alternatif dengangagasanmemasukkanbiaya premi AUTPke dalambiaya sewa atau operasional penggunaan Alsintanyangdikelola UPJA. Dengan demikian, setiap penggunaan alat mesin pertanian dalam proses budidaya padi secara otomatis usaha tani padipetani sudah terdaftardalamprogramAUTP.

"Melalui sistem otomasi pengelolaan brigade alsintan berbasis pola insentif asuransi usaha tani padi, makabiaya penggunaan Alsintan bantuan pemerintah menjadi lebih murah,"kataKepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap,Sigit Widiyanto, kemarin.

Sigitmengungkapkan, pelaksanaan pengelolaan Alsintan oleh Brigade Alsintandan AUTPmerupakandua program yang selama ini berjalan seiring dan sejalan, tetapi belum bersinergidengan baik. Dengan demikian kedua program tersebut ditingkat lapang belum dapat berjalan dengan optimal.

"Kondisi eksisting dengan kondisi yang semestinyaatauideal yang akan dicapai terjadi kesenjangan, sehinggaperlu diintervensi dengan sebuah inovasi atau gagasan," ujarnya.

Dalam rangka mengintervensi kesenjangan yang ditimbulkan atas permasalahan tersebut,Sigit mengatakan,diambil inovasi atau gagasan berupa otomasi pengelolaan brigade alat dan mesin pertanian berbasis insentif AUTP. Secara garis besar inovasi atau gagasan tersebut berupa internalisasi biaya eksternal pembiayaan premi asuransi usaha tani padi ke dalam pembiayaan penggunaan brigade Alsintan yang dikelola UPJA dalam rangka perlindungan petani akibat kegagalan panen.

"Memasukkan biaya premi AUTP ke dalam biaya sewa atau operasional penggunaan Alsintan. Sehingga setiap penggunaan alat mesin pertanian dalam proses budidaya padi secara otomatis dimasukkan sebagai pesertaAUTP,"katanya.

Dengan demikian, petaniakanmemperoleh peningkatan pendapatan melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi budidaya tanamanpadi. Selain menggunakan Alsintan yang dikelolaBrigade Alsintan, petani juga mendapatkan perlindunganataskegagalan panen padi melalui AUTP.

Dalam programAUTP, petani biayapremi sebesar Rp180 ribu/ha/musim tanam. Namun80 persen atau Rp144 ribu premi AUTPtersebutditanggungatau disubsidi pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Sedangkan sebesar 20 persen atau Rp36 ribu/ha//musim tanam, premi ditanggung petani.

Jikaterjadi kegagalan panenkarenabencana alam kekeringan atau banjir dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), petaniakan mendapatkan klaim ganti rugi atau pertanggungan asuransi sebesar Rp6 juta/ha.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, Alsintan yang dikelola UPJA tak boleh berhenti. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan penggunaan Alsintan di setiap UPJA, pengurusnya harus ekstra aktif mencari dan membaca peluangpotensi pengguna alsintan di daerah sekitarnya.

"UPJA atau KUB yang mengelola Alsintan tersebut akan kami kumpulkan di setiap provinsi. Kemudian kami lakukan sosialisasi agar bisa mengoptimalkan penggunaan Alsintan. Kami juga memberi bekal kepada pengurus UPJA cara mengelola Alsintan yang baik," tutur Sarwo Edhy.

Dia menegaskan, apabila ada pengurus UPJA yang dinilai kurang maksimal dan tak responsif dalam mengembangkan usaha Alsintan, maka Ditjen PSP Kementan bisa membubarkan dan segera membentuk UPJA baru untuk mengelola bantuan Alsintan dari pemerintah.

"Bisa juga bantuan Alsintan kami alihkan ke UPJA atau KUB lainnya. Sebelum dilakukan pengalihan, kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak kabupaten dan provinsi," papar Sarwo Edhy.

Sarwo berharap, semua bantuan Alsintan yang dikelola UPJA ataupun KUB bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Hal ini mengingat petani yang menggunakan alsintan, usaha taninya lebih efektif dan efisien. [*/psp]

Komentar

x