Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:39 WIB

Produksi Blok Rokan Turun, SKK Migas Lakukan Apa?

Kamis, 11 Juli 2019 | 16:20 WIB
Produksi Blok Rokan Turun, SKK Migas Lakukan Apa?
(Istimewa)

INILAHCOM, Pekanbaru - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan membentuk tim alih kelola Blok Rokan, Riau.

Tim ini bertujuan untuk memastikan transisi pengelolaan ladang minyak di Provinsi Riau itu berjalan lancar. "Pemerintah dalam waktu sangat dekat akan ada titik temu. Untuk bentuk tim butuh waktu, butuh kesepakatan-kesepakatan, pertemuan-pertemuan antar para pihak," kata Kepala SKK Migas Sumatera Bagian Utara, Avicenna Darwis di Pekanbaru, Riau, Kamis (11/7/2019).

Avicenna menyampaikan hal tersebut menanggapi menurunnya produksi Blok Rokan yang masih dikelola PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang masa kontraknya rampung pada 2021. Pemerintah telah memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan selanjutnya kepada PT Pertamina (Persero).

Ia mengakui, kondisi di akhir masa kontrak CPI, akan ada imbasnya, ya itu tadi, penurunan produksi minyak. Wajar lantaran CPI mulai mengurangi investasi di ladang minyak tersebut.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, lanjut Avicenna, pemerintah membentuk tim alih kelola blok Rokan. Diharapkan, CPI dan Pertamina mencari kesepakatan dalam proses transisi. Khususnya menyangkut isu lingkungan hidup, sumber daya manusia, dan menyangkut data. "Yang jadi tantangan adalah menyangkut data, karena membangun data tidak dibangun dalam setahun, dua tahun," katanya.

Isu peralihan operator di wilayah kerja yang besar diakuinya tidak gampang untuk menentukan skema dan model investasinya. Avicenna menyatakan prosesnya hampir rampung, yang diharapkan sebelum berakhirnya kontrak wilayah kerja 2021, Pertamina bisa masuk untuk investasi.

"Sekarang sudah di ujung proses, karena sangat kompleks apalagi peralihan wilayah kerja yang produksi (minyak) hampir 200.000 atau sekitar 190.000 (barel per hari)," katanya.

Sebelumnya, SKK Migas menargetkan lifting minyak Blok Rokan tahun ini hanya sebesar 190.000 barel minyak per hari (BOPD), turun 9,2% dibandingkan realisasi tahun 2018 yang mencapai 209.478 BOPD. [tar]

Komentar

x