Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 17:35 WIB

Kamil Janjikan Bantuan Pemkab dan Pemkot Rp200 M

Jumat, 12 Juli 2019 | 01:09 WIB
Kamil Janjikan Bantuan Pemkab dan Pemkot Rp200 M
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Kuningan - Pemprov Jawa Barat (Jabar) menjanjikan bantuan keuangan Rp200miliar untuk setiap Kabupaten/Kota pada 2020. Bantuan ini diberikan berdasarkan pengajuan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Dalam acara Kopdar (Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah) Triwulan II 2019 di Resort Prima Sangkanhurip, Kabupaten Kuningan, Kamis (11/7/2019), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, untuk mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin, dibutuhkan anggaran sekira Rp. 800triliun. Sedangkan, APBD Jawa Barat saat ini sekira Rp 35triliun. "Per hari ini kita hanya sanggup di Rp 200-an miliar per daerah. Kalau dirata-rata segituh," kata Kamil.

Maka itu, kata Kamil, Pemprov Jabar akan berupaya agar pembangunan tidak bergantung kepada APBD saja. Menurutnya, ada delapan pintu anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan Jawa Barat.

Selain APBD Kabupaten/Kota, APBD provinsi, dan APBN, ada lima pintu anggaran lain, yaitu dana swasta melalui KPBU (Kerja sama Pemerintah Badan Usaha) atau Public Private Partnership (PPP), obligasi daerah, dana perbankan, dana umat, dan dana CSR.

Kamil menyebut Pemprov Jabar akan melobi kementerian atau Presiden Jokowi, supaya bisa memprioritaskan Jawa Barat. Sebab, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

"Kita komit (berkomitmen) bahwa sumber pembayaran pembangunan ini ada pintu APBN. Kita akan lobi, dengan hasil detail dari Tingkat II (Kabupaten/Kota), saya akan lobi kementerian atau Presiden untuk memprioritaskan Jawa Barat yang memang penduduknya, secara populasi, paling besar," katanya.

Selain itu, Kamil menyatakan, bantuan keuangan yang akan diberikan Pemdaprov Jawa Barat kepada Pemda Kabupaten/Kota tidak sembarangan. Bantuan diberikan berdasarkan kriteria tertentu, seperti jumlah penduduk dan capaian prestasi daerah.

"Kita memberikan (bantuan keuangan) tidak asal memberi, tapi datang dari berdasarkan kualitas dan jumlah penduduk. Kemudian, prestasi Kabupaten/Kota yang bisa dikasih lebih," ucapnya.

"Termasuk siapa yang berhasil menyukseskan program provinsi lebih aktif tentu akan kita berikan tambahan," lanjutnya.

Menurut Kamil, melalui Kopdar, pihaknya bisa mengetahui aspirasi Kepala Daerah se-Jawa Barat. Kepala Daerah yang hadir dapat menuturkan persoalannya terkait infrastruktur jalan, transportasi, maupun persampahan.

"Masalah kompleksitas, sangat besar. Tapi setengah (aspirasi Kepala Daerah) adalah kembali lagi masalah infrastruktur jalan penghubung, transportasi, persampahan, dan lain-lain," ucap Kamil.

"Tradisi kopdar ini sangat baik, ini adalah tradisi baru. Makin lama Insyaallah akan terjadi minimalisasi dari missed komunikasi yang mungkin kita hadapi," imbuh Kamil. [ipe]



Komentar

Embed Widget
x