Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:35 WIB

Bursa Anggota BPK

Jhonny Nasdem Janjikan Pilih Anggota BPK Terbaik

Jumat, 12 Juli 2019 | 18:18 WIB
Jhonny Nasdem Janjikan Pilih Anggota BPK Terbaik
Politisi Nasdem, Johnny G Plate - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Politisi Nasdem, Johnny G Plate menjamin, proses pemilihan anggota BPK yang diamanatkan kepada Komisi XI DPR, bakal melahirkan sosok yang kredibel dan akuntabel. Sehingga kinerja BPK bisa lebih optimal dalam mengawal keuangan negara.

"Komisi XI bukan baru satu kali melakukan fit and proper test terhadap lembaga negara. Baru saja kami memilih Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Ibu Destry. Dalam prosesnya, semuanya dikuliti. Jadi jangan terlalu under estimate terhadap DPR," papar vokalis Komisi XI DPR dalam sebuah diskusi persroom DPR, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Menurut dia, sesuai aturan, 32 calon anggota BPK yang bakal menjalani fit and propert test di Komisi XI, sudah digodok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Hasil rekomendasi DPD diserahkan ke pimpinan DPR untuk menjadi acuan Komisi XI. "Sekarang Anda tanyakan ke pimpinan DPR, apakah sudah terima rekomendasi dari DPD. Yang jelas, kami siap melakukan tes uji kelayakan dan kepatutan dari calon anggota BPK," ungkap Jhonny yang suaranya cukup menggelegar itu.

Jhonny sangat menyayangkan adanya suara mirin dari kalangan LSM dan praktisi akunting terhadap proses pemilihan lima anggota BPK. Ditegaskan bahwa Komisi XI mendapat masukan dari banyak pihak dalam meneropong kemampuan dan rekam jejak para calon. "Tentunya kami akan meminta data dan informasi dari banyak pihak. Apakah itu BIN, PPATK, akademisi dan kalangan auditor keuangan. Semuanya menjadi bahan kami dalam menjalankan fit and propert tes anggota BPK," terang anak buah Surya Paloh ini.

Kata dia, khusus pimpinan BPK perlu sosok yang memiliki leadership, pengalaman dan kemampuan manajerial yang mumpuni. Memiliki wawasan serta akses luas serta berintegritas. "Kalau untuk auditornya (BPK), okelah perlu punya Certified Public Accountant (CPA).

"Kita inginkan pimpinan BPK punya leadership dan skills. Punya pandangan yang besar, bagaimana mengawal uang negara mulai dari titik yang paling awal yakni penerimaan sampai titik terakhir yakni belanja," ungkapnya.

Selanjutnya dia menolak adanya dikotomi politisi dan non-politisi dalam pencalonan ini. Alasannya, tidak semua calon yang memiliki afiliasi politik adalah jelek. Demikian pula sebaliknya. "Ingat, undang-undang mensyaratkan rekrutmen anggota BPK tidak boleh diskriminatif. Jangan lantas menilai yang dari politisi atau mantan caleg jelek. Begitu pula sebaliknya," pungkas Jhonny. [tar]

Komentar

x