Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 06:12 WIB

CBA Prediksi Politisi Bakal Kuasai BPK

Sabtu, 13 Juli 2019 | 12:09 WIB
CBA Prediksi Politisi Bakal Kuasai BPK
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Terkait proses pemilihan lima anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyisakan 32 calon, diprediksi bakal dikuasai tokoh parpol. Hal ini akan berdampak kepada independensi lembaga auditor negara itu.

Analisa tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi dalam sebuah diskusi di Pressroom DPR, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

"Saya memperkirakan nantinya, yang akan banyak diambil itu dari politisi. Di mana, dari 32 calon BPK, 10 diantaranya adalah politisi. Sembilan politisi di pusat dan satu dari PKS Yogyakarta. Ini bahaya bagi integritas dan independensi BPK," tutur Uchok.

Selanjutnya Uchok mempertanyakan Ahmad Muqowwam yang melamar sebagai Anggota BPK. Bekas politisi PPP itu, kini masih tercatat sebagai Anggota DPD. "Tetapi saya enggak tahu posisi Muqowwam. Dia politisi DPR atau DPD," paparnya.

Uchok mengatakan, lobi politik akan sangat menentukan siapakah lima anggota BPK yang lolos. Yakni mereka yang sukses menjalankan lobi politik dengan parpol-parpol yang bercokol di parlemen. "Kalau urusannya lobi, tentunya perlu 'sesajen'. Nah ini yang berbahaya. Mau jadi apa kualitas BPK di masa depan," ungkap Uchok.

Sementara nara sumber lainnya, Wakil Ketua Komite IV DPD, Siska Marleni menolak adanya dikotomi antara politisi dan non-politisi terkait seleksi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kata Siska, peluang antara calon yang berailisasi dengan partai politik ataupun dari kalangan profesional, sama. Dari 32 nama yang terseleksi, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akan menetapkan 10 atau 15 terbaik.

"Nantinya, dari 32 calon anggota BPK, kita melakukan perangkingan satu sampai dengan 15 terbaik. Itu selisih hanya nol koma sekian. jadi sangat tipis sekali. Artinya, kemampuan calon rata-rata setara," ungkap Siska.

Komentar

Embed Widget
x