Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:27 WIB

Pengamat: KUR Bikin Kredit Koperasi Sulit Bergerak

Senin, 15 Juli 2019 | 05:09 WIB
Pengamat: KUR Bikin Kredit Koperasi Sulit Bergerak
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Yeni Saptia menilai, rendahnya bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa 'membunuh' penyaluran kredit koperasi.

"Ketika KUR suku bunganya ditekan jadi tujuh persen, koperasi semakin susah menyalurkan kredit karena bunga mereka paling kecil 11-13 persen," ujar Yeni di Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Suku bunga kredit koperasi muncul karena adanya cost of fund yang lumayan tinggi. Namun, lanjutnya, pemerintah memberi solusi berupa kemitraan dengan lembaga profesional bidang kredit program. Salah satunya, PT Bahana Artha Ventura (BAV). "Pemerintah ikut andil dengan memberikan kredit UMI (ultra mikro) untuk UMKM disalurkan melalui lembaga koperasi yang bermitra dengan BAV," ujar Yeni.

Namun, kata dia, tidak semua koperasi memiliki kapabilitas untuk memenuhi persyaratan yang diajukan BAV, sehingga tidak bisa lolos seleksi. "Kredit UMI itu menjadi peluang untuk koperasi. Tapi belum banyak (koperasi) yang ikut serta," ujar Yeni.

Untuk itu, Yeni menyarankan pemerintah membuat semacam segmentasi untuk penyaluran kredit di Indonesia sehingga koperasi bisa menyaingi perbankan dalam penyaluran kredit. "Misalnya perbankan ditujukan untuk plafon kredit maksimal Rp500 juta, kalau koperasi maksimal Rp50 juta. Tapi sekarang masih belum," ujar Yeni.[tar]

Komentar

Embed Widget
x