Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:31 WIB

Ekspor Indonesia Pada Juni 2019 Loyo Pak Jokowi

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 15 Juli 2019 | 14:20 WIB
Ekspor Indonesia Pada Juni 2019 Loyo Pak Jokowi
Kepala BPS Suhariyanto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekspor Indonesia bulan Juni 2019. Berdasarkan catatan BPS Nilai ekspor Indonesia Juni 2019 mencapai US$11,78 miliar.

Angka ini menurun 20,54% apabila dibanding ekspor Mei 2019. Demikian juga jika dibanding Juni 2018 menurun 8,98%. "Pada juni 2019 ekspor Indonesia sebesar USD 11,78 miliar dibandingkan posisi Mei 2019 terjadi turun agak dalam turun 20,54 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto pada saat jumpa pers, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut Kecuk, salah satu penyebabnya adalah kondisi ekonomi dunia sedang mengalami pelemahan. "Seperti saya sampaikan ekonomi global alami perlambatan harga komoditas fluktuatif dan cenderung menurun," kata dia.

Akibatnya ekspor pada seluruh komponen mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Di mana sektor migas tercatat turun US$0,75 miliar, atau turun 34,36% secara bulanan atau month to month (mtm).

Sementara industri pertanian dan industri pengolahan penurunannya masing-masing sebesar US$0,21 miliar dan US$9,02 miliar, atau turun 33,83% dan 19,62% secara mtm.

Nah, pada sektor pertambangan dan lainnya juga alami penurunan sebesar 16,11% dengan nilai ekspor US$1,80 miliar. Adapun secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada Januari hingga Juni 2019, tercatat US$80,32 miliar, atau menurun 8,57% jika dibandingkan periode sama pada 2018. Demikian pula dengan ekspor non migas yang mencapai US$74,21 miliar, atau menurun 6,54%.

Bukan hanya itu, ekspor nonmigas Juni 2019 juga turun. Adapun ekspor non migas Juni mencapai US$11,03 miliar, turun 19,39% dibanding Mei 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Juni 2018, turun 2,31%.

Ekspor non migas Juni 2019 terbesar adalah ke China sebesar US$1,82 miliar, disusul Amerika Serikat (AS) sebesar US$1,08 miliar dan Jepang US$1,02 miliar. Adapun kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 35,5%.

Komentar

Embed Widget
x