Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:12 WIB

KEIN: UMKM Optimal, Pertumbuhan Ekonomi Selamat

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 15 Juli 2019 | 14:48 WIB
KEIN: UMKM Optimal, Pertumbuhan Ekonomi Selamat
Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta

INILAHCOM, Jakarta - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menilai, optimalisasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di tengah perkembangan teknologi digital diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta, sejauh ini upaya UMKM untuk meningkatkan omzet dari kegiatan busnisnya masih terkendala oleh tertutupnya akses pasar dan akses permodalan, sehingga stabilitas ekonomi dan kepercayaan terhadap market yang sudah terbentuk belum mampu dimanfaatkan secara optimal.

"Jika kedua kendala tersebut bisa diatasi dengan memanfaatkan momentum era digital, maka UMKM bisa mendorong ekonomi bertumbuh di atas 7%," kata Arif dalam pidatonya di acara kerjasama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan PT Aiqqon Triarta Mas di Gedung BEI Jakarta, Senin (15/7/2019).

Arif mengungkapkan, jika UMKM yang saat ini berjumlah 63 juta unit usaha memanfaatkan teknologi digital untuk membuka akses pasar dan permodalan, maka kontribusi sektor ini akan memberi kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi. "Sudah seharusnya mendorong UMKM untuk go digital," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Aiqqon, Thomas Nugroho mengatakan, besarnya jumlah UMKM di Indonesia merupakan peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan industri digital dan sekaligus menghilangkan kendala terkait akses pasar dan permodalan melalui pemanfaatan akses non-tunai.

"Hingga saat ini penetrasi non-tunai di Indonesia hanya sebesar 10 persen. Padahal kita mengetahui sendiri, berdasarkan riset McKenzie, Indonesia pada tahun 2030 menjadi top four GDP di dunia. Jadi, kita perlu meningkatkan transaksi non-tunai," papar Thomas.

Namun demikian, jelas dia, saat ini Indonesia hanya memiliki mesin transaksi Electronic Data Capture (EDC) sebanyak 1,1 juta unit. "Sementara jumlah pedagang UMKM yang bisa memilikinya hanya 650 ribu unit, karena proses memiliki EDC sangat rumit, sehingga penetrasinya menjadi sulit dan ada biaya operasi juga," ungkap Thomas.

Guna mengatasi tantangan tersebut, kata Thomas, Aiqqon berupaya memberikan kontribusi terhadappeningkatan efisiensi dalam proses transaksi bagi UMKM dan industri kreatif melalui aplikasi pembayaran smartphone online, AIQQON. "Saat ini sudah saatnya lebih digital. Seperti dikerahui, UMKM dan industri kreatif Indonesia menyumbangkan porsi terbesar dalam PDB dibandingkan sektor lain," ujarnya.

Dia menjelaskan, aplikasi AIQQON bisa dimanfaatkan sebagai alat pembayaran, termasuk kartu kredit, kartu debit dan uang elektronik yang diterbitkan dari beragam Bank Penerbit maupun dari berbagai penyedia uang elektronik di Indonesia. "Proses itu bisa dilakukan tanpa diperlukan investasi alat tambahan, seperti mesin EDC dan proses due dilligent yang menyulitkan. Hanya dengan mengunduh aplikasi," ucap Thomas. [ipe]


Komentar

x