Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:18 WIB

Akses Pembiayaan, Kementan Perluas Peran FPPS

Selasa, 16 Juli 2019 | 06:00 WIB
Akses Pembiayaan, Kementan Perluas Peran FPPS
(Foto: DitjenPSP/dok)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melaluiDirektorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian (PSP) tetap menggerakkan Fasilitator Pembiayaan Petani Swadaya (FPPS). FPPS ini untuk meningkatkanakses petani terhadap sumber pembiayaan pertanian seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dirjen PSPSarwoEdhy mengatakan, pada 2019 ini,peran FPPS akan diperluas untuk mendampingi petani mengakses ke sumber-sumber pembiayaan pertanian baik program KUR maupun fasilitasi pembiayaan lainnya.

"Dinas pertanian Propinsi dan Kabupaten diharapkandapat membuka jalan bagi para FPPS melalui koordinasi dengan perbankan dan sumber pembiayaan lainnya untuk dapat ditindaklanjuti," ujar Sarwo Edhy, Senin (15/7/2019).

Sarwo Edhy menjelaskan, petugas FPPS tersebut direkrut dari ex-Penyelia Mitra Tanidalam programPengembangan Agribisnis Pedesaan (ExPMT-PUAP)yang mendampingi gapoktanmelaksanakan kegiatan PUAP.

"FPPS itu kitafungsikan untuk mendampingi petani dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan pertanian. Pada 2017 dan 2018 lalu pendampingan diutamakan pada akselerasi penyaluran KUR," kata Sarwo Edhy.

Pada 2018, realisasi KUR pada sektor produksi termasuk pertanian sebesar23% dari total KUR Rp120 triliun (TA 2018). Dengan pendampingan yang dilakukan FPPS,pada 2018 terealisasi KUR untuk pertanian sebesar Rp44,6 miliar, di 16 propinsi yang diakses oleh 1.095 pelaku usaha pertanian.

Pelaksanaan kegiatan FPPS, lanjut Sarwo Edhy, dilaksanakan melalui dana dukungan untuk operasional pusat, dana dekonsentrasidi 32 Propinsi dan dana tugas pembantuan di 339 Kab/Kota, dengan komponen kegiatan utama adalah temu pembiayaan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Ditjen PSP dari tahun 2017 hingga 2018, FPPS berperan dalamakselerasi penyaluran KUR. Hasilnya adalah pada tahun 2017 melalui dana operasional pusat tercapai penyaluran KUR sektor pertanian senilaidi atas Rp10,5 miliar di Jawa Barat melalui Bank BJB.

Pada 2018, dari 32 propinsi, yang telah melaporkan capaian adalah16propinsi, dengan capaian usulan pelaku usaha yang akses KUR sejumlah 1.095debitur dan usulan kredit Rp44,6miliar. [*/psp]

Komentar

x