Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 06:10 WIB

Nasib Divestasi 20%, KESDM Panggil Vale Akhir Juli

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 15 Juli 2019 | 18:45 WIB
Nasib Divestasi 20%, KESDM Panggil Vale Akhir Juli

INILAHCOM, Jakarta - Akhir Juli 2019, kalau tak ada aral, Kementerian ESDM menggelar pertemuan dengan PT Vale Indonesia. Untuk membahas divestasi 20% saham perusahaan multambang itu.

Sebab, Vale punya kewajiban melepas 20% saham melalui skema divestasi. Nah, kewajiban itu jatuh tempo pada Oktober 2019 yang akan datang.

Demikian disampaikan Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Yunus Saefulhak terkait divestasi saham PT Vale. Dalam pertemuan itu akan dibahas berkaitan dengan valuasi saham. "Pada akhir Juli 2019 (akan dilakukan pertemuan bahas divestasi," kata Yunus pada wartawan, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Dia menegaskan, pertemuan dengan Vale dilakukan sebatas dengan tim ESDM. Belum dengan tingkat yang lebih tinggi seperti Menteri ESDM. "Pertemuan masih tim minerba saja. (Rencananya) Setelah tim minerba selesai (valuasi saham)," ujar dia.

Perusahan tambang yang beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan merupakan pemegang Kontrak Karya (KK). Perusahaan memiliki kewajiban divestasi sebesar 40%.

Nah, dalam amendemen KK disepakati Vale wajib melepas 20% saham. Lantaran 20% saham Vale telah tercatat di bursa efek dan telah diakui sebagai saham divestasi.

Sebelumnya Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sudah menyelesaikan perhitungan atau valuasi aset 20% saham PT Vale Indonesia Tbk. Valuasi dilakukan berdasarkan arahan dari pemerintah.

Meski sudah melakukan valuasi aset milik perusahan tambang dan pengolahan nikel, namun pemerintah sampai saat ini belum menugaskan Inalum mengakuisisi 20% saham tersebut.

Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, perhitungan nilai 20% saham Vale yang dilakukan oleh pihaknya memakai mekanisme harga pasar. Sayangnya, dia belum mau mengungkap berapa nilai 20% saham PT Vale. Dia pun memilih megunci mulut, tak mau menyampaikan informasi sedikit pun kepada publik.

Budi juga menepis nilai saham Vale mencapai US$1,5 miliar. "Kami sudah hitung angkanya enggak segitu (US$ 1,5 Miliar)," kata Budi pada awak media di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Namun demikian, pihaknya siap apabila pemerintah menugaskan Inalum untuk mengakusisi saham itu. "Kalau kami disuruh (akuisisi) kami sudah sangat siap. Tapi belum bisa share (hasil valuasi)," ujar dia.

Dia mengklaim, Inalum duit mengakuisisi saham Vale. Tapi hingga saat ini belum ada penugasan dari pemerintah."Kalau uangnya cukup ya langsung. Kalau enggak cukup ya pinjam," kata dia. [ipe]

Komentar

x