Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 14:56 WIB

Juara Ketiga, Kamil Sebut Ekraf Jabar Paling Oke

Selasa, 16 Juli 2019 | 01:29 WIB
Juara Ketiga, Kamil Sebut Ekraf Jabar Paling Oke
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjadi Pembicara pada Sosialisasi Perpres 142 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif (Rindekraf) Nasional Tahun 2018-2025 di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Dalam kesempatan itu, Kamil mengatakan, laju pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Jawa Barat tergolong progesif. Diungkapkan, Pemprov Jabar berkomitmen untuk terus mengembangkan ekraf.

Komitmen tersebut tercermin dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Ekonomi Kreatif dan Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual. "Masa depan kita ada pada ekonomi imajinasi, ekonomi yang hadir karena adanya kreativitas," ucap Kamil.

Menurut Kamil, ekraf menjadi bagian utama dalam proses pembangunan di Jawa Barat. Dia pun menyatakan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi penyumbang ekspor ekraf tersebut pada 2016, yaitu sebesar 31,96%.

Selain itu, kata Kamil, Jabar menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) di bidang ekraf terbesar, yakni 11,81%. Atau tertinggi ketiga setelah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 16,12%; dan Bali sebesar 12,57%.

Berbagai komoditas ekraf berkembang di Jawa Barat. Misalnya Game Developer, seni pertunjukan, film, musik, fotografi, desain komunikasi visual, kriya keramik, kerajinan rotan, kerajinan tangan, fashion, batik, bambu, dan banyak komoditas lainnya.

Apalagi, kata Kamil, Pemprov Jabar tengah mengembangkan beberapa program unggulan seperti One Village One Company (OVOC) maupun One Pesantren One Company (OPOC). Kedua program tersebut akan bergerak di bidang industri kreatif.

Kamil mencontohkan, desa yang mengembangkan esteem tourism, dan desa wisata. Kemudian, ada pesantren yang mengembangkan produk kerajinan khas di wilayahnya. Selain itu, ada pula yang mengembangkan produk kuliner dan produk furnitur bernilai seni.

Dengan program tersebut, sebanyak 530 desa di Jabar berubah status dari desa berkembang menjadi desa maju. Artinya, banyak desa yang mampu mengoptimalkan dan mengelola sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. "Sementara desa maju sudah memiliki kemampuan mengelolanya, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup manusianya, dan menanggulangi kemiskinan," kata Kamil.

Komitmen Pemprov Jabar dalam pengembangan ekraf terwujud dengan Pusat Ekraf (Creative Hub), dan Badan Ekonomi Kreatif Daerah yang akan hadir di 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Hal tersebut sebagai upaya penggalian potensi ekraf di setiap Kabupaten/Kota.

"Jawa Barat, Provinsi terdepan dalam mengembangkan Ekonomi Kreatif. Pertama, jadi satu- satunya Provinsi yang punya Perda tentang Ekonomi Kreatif. Kedua, tahun ini juga sedang dibangun pusat kreatif (creative hub) di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat," ucap Emil.

"Nanti akan ada Bekraf kecil di daerah-daerah, yang nantinya dikoordinir pusat dan akhirnya berdampak pada perkembangan ekraf nasional. Pokoknya, Jawa Barat paling siap mengenai strategi ini, paling komitmen soal ekraf," lanjutnya.

Tahun ini, Creative Hub tengah dibangun di Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Cirebon, Tasikmalaya, dan Kabupaten Purwakarta. Sedangkan pada 2020, Creative Hub akan dibangun di Kota Cimahi, Depok, Sukabumi, dan Kabupaten Bandung, Garut, Majalengka, dan Sumedang.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf mengatakan, pada akhir 2018, telah ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 142 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2018-2025 (Perpres Rindekraf). Perpres Rindekraf tersebut ditetapkan sebagai landasan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. "Maka, untuk menyosialisasikan peraturan tersebut, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Sosialisasi Rindekraf Kementenian/Lembaga (K/L)," kata Triawan. [ipe]

Komentar

x