Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 21:24 WIB

BI Sebut Kabar Baik Neraca Perdagangan Bulan Juni

Selasa, 16 Juli 2019 | 08:09 WIB
BI Sebut Kabar Baik Neraca Perdagangan Bulan Juni
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2019 mencatat surplus sebesar US$0,19 miliar. Bulan sebelumnya juga surplus US%0,22 miliar.

"Bank Indonesia (BI), menilai, surplus neraca perdagangan Juni 2019, berdampak positif terhadap prospek neraca transaksi berjalan 2019, yang diprakirakan defisit di kisaran 2,5%3,0% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)," kata Direktur Eksekutif Direktorat Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/7/2019).

"Ke depan, BI dan pemerintah akan terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sehingga tetap dapat menjaga stabilitas eksternal, termasuk prospek neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan," katanya.

Onny menjelaskan, surplus neraca perdagangan pada Juni, terutama bersumber dari defisit neraca perdagangan migas membaik, sedangkan surplus neraca perdagangan nonmigas stabil.

Defisit neraca perdagangan migas yang membaik itu terutama disebabkan oleh penurunan impor migas yang lebih dalam dibandingkan dengan penurunan ekspor migas.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan nonmigas yang stabil dipengaruhi penurunan ekspor nonmigas, di tengah penurunan impor nonmigas.

Menurut Onny, neraca perdagangan migas tercatat defisit US$0,97 miliar pada Juni 2019, membaik dibandingkan defisit pada bulan sebelumnya sebesar US$1,05 miliar. Perbaikan tersebut ditopang menurunnya impor migas dari US$2,18 miliar pada Mei 2019, menjadi US$1,71 miliar pada Juni 2019. Penurunan impor migas terjadi pada seluruh komponen baik minyak mentah, hasil minyak, maupun gas.

Sementara itu, ekspor migas menurun dari US$1,14 miliar menjadi US$0,75 miliar pada Juni 2019. Penurunan terutama terjadi pada komponen ekspor gas sejalan dengan menurunnya volume dan harga ekspor gas.

Dikatakan, neraca perdagangan nonmigas Juni 2019 mengalami surplus US$1,16 miliar, tidak banyak berbeda jika dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya yang mencatat surplus US$1,26 miliar.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor nonmigas yakni dari US$13,69 miliar pada Mei 2019, menjadi US$11,03 miliar pada Juni 2019.

Penurunan terutama terjadi pada komponen bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya, serta lemak dan minyak hewani/nabati.

Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar US$9,87 miliar pada Juni 2019, menurun US$2,55 miliar dibandingkan dengan impor pada bulan sebelumnya. "Penurunan impor nonmigas terutama terjadi pada komponen mesin/pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, serta besi dan baja," kata Onny. [tar]

Komentar

Embed Widget
x