Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 15:04 WIB

Inilah Keuntungan Indonesia dari Blok Masela

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 16 Juli 2019 | 18:01 WIB
Inilah Keuntungan Indonesia dari Blok Masela
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto

INILAHCOM, Jakarta - Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan, realisasi investasi Inpex di Blok Masela tidak hanya berkontribusi pada peningkatan produksi migas nasional, tapi juga meningkatkan perekonomian.

"Indonesia dalam kontrak akan menerima sekitar US$ 39 bilion, dan Inpex sekitar US$ 37 bilion, tapi itu sudah termasuk yang 10 persen punya daerah, jadi sesungguhnya kontraktor yang Inpex dan Shell menerima sekitar 33,3 billion US$," kata Dwi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Kemudian, investasi senilai US$ 20 miliar itu, kata dia, akan meningkatkan tenaga kerja dalam negeri. Kemudian, munculnya industri pendukung, sampai dengan potensi eksplorasi di sekitar Blok Masela.

"Tentu saja ini akan ada multiplayer efek, ada industri Petrokimia yang akan dibangun di sana dengan memanfaatkan 150 juta kubik fit (tcf) per hari itu dan itu akan kemungkinan Investasi 1,5 sampai 2 billion US$ di daerah sana," ujar Dwi.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, blok gas abadi masela itu diperkirakan akan mulai beroprasi pada tahun 2027. Dengan demikian, diharapkan proyek ini selesai pada tahun 2026.

"Targetkan 2027 sudah on stream. jadi projeknya harus selesai terlaksana sampai 2026. Tentu sejalan dengan itu industri Petrokimia akan dilaksanakan karena nanti dia akan memanfaatkan gas pipanya tersebut," kata dia.

Sebelumnya Dwi Soetjipto mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta operator Blok Masela, Inpex Corporation berkomitmen menjalankan semua yang tertuang pada Plan of Development (PoD).

"Pertama Inpex agar komit dengan apa yang tertuang di PoD dan arahan dari pemerintah lewat ESDM yang disebutkan dalam persetujuan PoD tersebut," kata Dwi usai mendampingi Menteri ESDM Ignatius Jonan melapor pekembangan Blok Masela di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Masih pesan Jokowi, kata dia, supaya perusahaan asal Jepang itu memakai atau memaksimalkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam proyek di Blok Gas abadi tersebut.

"Kedua, gimana memaksimalkan lokal konten (TKDN)," ujar dia.

Bukan hanya itu saja, Jokowi kata dia, juga meminta kepada Inpex memakai pekerja dalam negeri. Sebab, dengan begitu, pengembanhan blok tersebut akan punya dampak positif bagi Indonesia dan masyarakat.

"Ketiga, bagaimana pengembangan SDM lokal yang ada di di sana. Jadi pemanfaatan tenaga kerja daerah diharapkan bisa dioptimalkan," ujar dia.

Proyek Blok Masela mengalami kemajuan, setelah ditandatanganinya kesepakatan Head of Agreement (HoA), yang dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, dan Shunichiro Sugaya, President Direktur INPEX Indonesia.

Pengembangan proyek hulu migas di Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi Gas Bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun (sekitar 9.5 juta ton LNG per tahun dan 150 mmscfd Gas Pipa), dengan target berproduksi 2027.[jat]

Komentar

x