Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 14:56 WIB

Paruh Pertama, Anggaran Jebol Rp135,8 Triliun

Rabu, 17 Juli 2019 | 01:09 WIB
Paruh Pertama, Anggaran Jebol Rp135,8 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, defisit APBN 2019 hingga semester I-2019, mencapai Rp135,8 triliun. Atau 0,84% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Jika dibandingkan dengan semester I-2018, angka defisit ini jelas melebar. Alasannya, semester I-2018, defisit APBN tercatat Rp110,6 triliun. Atau setara 0,75% dari PDB. Dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Selasa (16/7/2019), Sri Mulyani mengklaim, defisit ini disebabkan akselerasi pola penyerapan anggaran seperti untuk pagu belanja infrastruktur dan belanja sosial.

Lubang defisit APBN hingga semester I/2019 karena kinerja pendapatan negara sampai dengan paruh pertama 2019, melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Realisasi pendapatan negara semester I 2019 tumbuh 7,8 persen atau mencapai Rp898,8 triliun," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Jika merujuk pada data perkembangan APBN 2019, pertumbuhan pendapatan negara di semester I-2019 itu, jauh lebih lambat dibandingkan dengan paruh pertama 2018 yang pertumbuhannya mencapai 16% (yoy).

Perlambatan kinerja pendapatan negara ini dipicu oleh kinerja penerimaan perpajakan (termasuk bea dan cukai) yang hanya tumbuh 5,4% secara tahunan menjadi Rp688,9 triliun. Pertumbuhan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai 18,2% secara tahunan menjadi Rp209,1 triliun.

Dengan tekanan di penerimaan tersebut pemerintah memproyeksikan realisasi pendapatan negara 2019 hanya berada pada angka 93,8% dari target Rp2.030,8 triliun. "Penurunan kinerja penerimaan ini karena sejumlah hal misalnya karena minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price) yang lebih rendah dari asumsi dam produksi minyak dan gas yang juga lebih rendah," kata Sri Mulyani. [tar]

Komentar

Embed Widget
x