Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:27 WIB

Tahun Ini, PHM Agresif Berburu Migas di 118 Sumur

Rabu, 17 Juli 2019 | 07:09 WIB
Tahun Ini, PHM Agresif Berburu Migas di 118 Sumur
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) agresif melakukan pengeboran di Wilayah Kerja (WK) Mahakam. Target 2019 sebanyak 118 sumur, realisasi Juni 52 sumur.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu menjelaskan, sejak mengelola WK Mahakam, Pertamina menggenjot operasi untuk menahan laju penurunan alamiah produksi pada 2017 mencapai 57%.

Angka tersebut saat ini berhasil ditekan Pertamina pada level 25% dan upaya terus dilakukan secara maksimal melalui pengeboran sesuai rencana. "Kami terus melanjutkan pengeboran 118 sumur hingga akhir 2019 ini, sehingga diharapkan in-year decline rate bisa ditahan flat, sekaligus mulai mempersiapkan pengeboran sumur eksplorasi dalam di 2020," kata Dharmawan dalam rilis di Jakarta, Selasa (15/7/2019).

Dharmawan mengatakan, pada 2018, Pertamina berhasil memproduksi gas sekitar 5% di atas prediksi operator sebelumnya. Tahun ini, Pertamina menargetkan produksi Mahakam lebih tinggi dari proposal operator sebelumnya.

Dharmawan melanjutkan "Target ini cukup menantang mengingat tingkat maturasi yang cukup tinggi dari zona produksi eksisting sehingga kontribusi produksi Mahakam saat ini datang dari kantung-kantung reservoir yang lebih kecil dengan jarak antar sumur lebih dekat."

Selain itu, menurut dia, value creation harus dilihat dari berbagai sisi, tidak hanya volume tapi juga efisiensi. Pada 2018, Pertamina berhasil menurunkan biaya cost recovery Blok Mahakam dari US$1.271 juta menjadi US$973 juta pada 2018, sehingga berimbas kepada laba perusahaan. "Pengeboran di area swamp juga lebih efisien yakni dari 11 hari menjadi hanya 6 hari, sehingga biayanya juga turun," ujarnya.

Dharmawan meyakini, manajemen biaya juga menjadi salah satu kunci meningkatkan hasil, di samping dibutuhkan pula terobosan berupa eksplorasi baru.
"Pengalaman mengelola Blok Mahakam memberikan wawasan bahwa investasi pada masa transisi sangat penting," tutupnya.

Informasi saja, untuk menjaga tingkat kewajaran produksi yang telah memasuki periode penurunan alamiah sejak 2010 maka satu tahun sebelum alihkelola, Pertamina melakukan intervensi pendanaan untuk pengeboran di 15 sumur WK Mahakam yang diproduksikan di 2018.

Hal ini dilakukan karena berdasarkan hasil evaluasi, terjadi penurunan investasi sumur pada 2016, menjadi 44 sumur. Sedangkan pada 2017 menjadi 6 sumur. [ipe]

Komentar

x