Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:05 WIB

Langkah KLHK Lindungi Lapisan Ozon

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 17 Juli 2019 | 16:05 WIB
Langkah KLHK Lindungi Lapisan Ozon
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim LHK, Ruandha Agung Sugardiman

INILAHCOM, Jakarta - Kondisi iklim tropis di Indonesia menyebabkan udara nyaman bagi masyarakat dianggap sebagai salah satu kebutuhan primer.

Hal itu dibuktikan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan air conditioner (AC) maupun refrigerasi (RAC).

Nah, berdasarkan data sampai dengan 2019, sebanyak 20 juta unit alat pendingin terpasang di setiap rumah. Dengan begitu, kebutuhan teknisi RAC untuk memasang dan merawat AC yang baik dan benar.

Dengan demikian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk menerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk meningkatkan teknisi RAC yang handal dan berkompeten.

Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim LHK, Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, kedepan akan membentuk teknisi yang berkompeten dalam pemasangan dan perawatan alat AC, dapat melindungi lapisan ozon dari bahan perusak.

"Saat ini baru sekitar 1.500 orang teknisi yang terdaftar dan sebagian belum memiliki sertifikasi kompetensi dan belum tersebar ke seluruh Indonesia," kata Agung di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Sisanya, masih banyak teknisi yang tidak mengetahui penggunaan bahan perusak ozon jenis Hydrochlorofluorocarbons (HCFCs) yang biasa digunakan sebagai bahan pendingin RAC.

"Salah satu cara untuk mengurangi konsumsi HCFC adalah dengan melakukan praktek kegiatan pemeliharaan dan perbaikan mesin pendingin yang baik dengan tidak membuang atau melepaskan refrigerasi yang ada di dalam sistem pendingin ke lingkungan atau ke udara," ujar dia.

Agung menjelaskan, HCFC tersebut memiliki karakteristik bahan yang mudah terbakar, bertekanan tinggi, dan beracun. Sehingga, untuk menangani itu diperlukan teknisi yang berkompeten dalam memasang dam merawat RAC.

"SKKN ini sebagai acuan dalam kompetensi teknisi dibidang RAC, mengenai praktek pemasangan hingga peralatan-peralatan RAC dengan tepat," kata dia.

Maka dari itu, Kemenaker akan mengirim teknisi-teknisi RAC untuk mengikuti pelatihan pada Balai Latihan Kerja (BLK) oleh Kementerian LHK yang memiliki program pendidikan vokasi untuk teknisi refrigerasi dan tata udara agar dapat melindungi lapisan ozon.[jat]

Komentar

x