Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 06:14 WIB

Garap Masela, Inpex Akan Cari Dana Pinjaman

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 17 Juli 2019 | 17:03 WIB
Garap Masela, Inpex Akan Cari Dana Pinjaman
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Berdasarkan data SKK Migas, investasi pada pembangunan fasilitas produksi gas Masela diperkirakan mencapai US$19,8 miliar. Lalu bagaimana Inpex mendanai proyek gas abadi itu.

Direktur Utama PT Inpex Corporation Takayuki Ueda mengungkakan, dalam pendanaan diawal, dipertimbangkan memakai kas internal. Sementara untuk memabagun fasilitas pengolahan dan produksi LNG, pembangunannya akan didukung dari pinjaman dengan skema Trustee Borrowing Scheme (TBS).

"Fasilitas LNG atau untuk fasilitas energi di indonesia kami pikirkan dengan skema Trustee Borrowing Scheme, sebagian. Jadi uang sendiri sebagian lagi sebagian kecil dari segi LNG tadi dengan TBS," kata Takayuki dikutip Rabu (17/7/2019).

Dia merinci, pada konsep pengembangan Masela akan dibangun dua fasilitas utama. Pertama adalah membangun fasilitas produksi penyimpanan dan bongkar muat gas terapung (Floating Production Storage Offloading/FSPO), yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan gas sementara dari sumur sebelum disalurkan ke kilang LNG.

Kedua adalah fasilitas pengolahan LNG atau kilang LNG di darat atau Onshore LNG (OLNG) Plant. Fasilitas kedua ini berfungsi menerima gas yang disalurkan melalui Gas Export Pipelines (GEP) atau pipa gas bawah laut. OLNG Plant sebagai pusat pengolahan gas yang akan memproduksi, menyimpan dan sebagai tempat bongkar muat LNG nantinya.

Menurut dia, pengerjaan FEED sendiri bisa memakan waktu 2-3 tahun. Paralel dengan pengerjaan FEED, Inpex juga akan mengejar keputusan final investasi atau Final Investment Decision (FID) yang diperkirakan tercapai 3-4 tahun setelah PoD diberikan pemerintah.

Nah, setelah beroprasi, Masela akan jadi sumber utama pasokan LNG yang stabil bagi Indonesia serta di kawasan Asia dan Jepang dalam jangka panjang. Proyek ini akan memberikan kontribusi yang signifikan termasuk pembangunan kapasitas nasional Indonesia dan membawa efek berganda khususnya di kawasan timur.

"Kami yakin karakteristik Proyek yang berdasarkan revisi PoD ini sekarang cukup kompetitif dan keekonomiannya sangat masuk akal karena lapangan gas Abadi memiliki produktivitas reservoir yang sangat bagus dan salah satu lapangan dengan sumber gas terbesar di dunia, sehingga meningkatkan optimisme atas pengembangan blok yang efisien dan operasi produksi LNG yang stabil selama lebih dari 20 tahun ke depan," ujar dia.[jat]

Komentar

x