Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 15:00 WIB

PHE Klaim Gelembung Gas di Proyek YY Masih Aman

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 17 Juli 2019 | 18:18 WIB
PHE Klaim Gelembung Gas di Proyek YY Masih Aman
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengklaim, gelembung gas di lapangan YYA, Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang muncul sejak 12 Juli 2019 hingga kini, masih aman. Mudah-mudahan benar adanya.

"Dampak (dari gelembung gas) sampai sekarang masih terkendali, gelembung masih terjadi tapi nanti dalam situasi dimana oil muncul kamis sudah siapkan oil spill respon team. Deployment di laut dan kita ada tim juga di darat," kata Vice Presiden Pertamina Hulu Energi (PHE), Ifki Sukarya, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Guna mengatasi kasus gelembung ini, kata Ifki, PHE membentuk tim cepat tanggap. Tim ini bekerja cepat dengan memasang alat penangkap kebocoran oli. "Ada oil boom, kurang lebih 2 kilometer," kata dia.

Untuk mengurangi dampak negatif kepada masyarakat, PHE melakukan sejumlah penanganan. "Kami terjunkan tim yang tangani masyarakat. Kebetulan ombak besar jadi tidak melaut. Kami infokan ke masyarakat agar tidak mendekat ke area operasi," kata dia.

Diketahui, PHE menutup semua kegiatan di blok ONWJ. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir bencana atas gelembung itu. "Ditindaklanjuti dengan penutupam sumur. Kejadiannya 12 juli jam 1.30 dini hari," kata Ifki.

Menurut dia, gelembung gas itu muncul di sumur YYA-1 yang sedang dilakukan tahap pre perforasi untuk persiapakan produksi. Chasing ke dalam sumur dilubangin agar cairan fluida keluar, dengan begitu gas yang dicari bisa naik untuk diproduksikan.

Proyek YY merupakan salah sayu proyek yang ditargetkan rampung pada tahun ini dengan estimasi produksi minyak sebesar 4.065 barrel oil per day (BOPD) dan gas bumi mencapai 25,5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Nah, untuk memantau perkembangan, sekaigus akan dilakukan assessment dengan menganalisa penyebab kebocoran serta langkah apa yang akan dilakukam selanjutnya.

"Kita laporkan terus perkembangannya ke SKK Migas dan Ditjen Migas. Ada dua orang dari Ditjen Migas di dalam IMT. Kita harapkan tim segera keluar hasil assesement-nya pada hari ini," ujar dia.

Selain itu PHE juga sudah menyiapkan tujuh kapal yang tugasnya melakukam pemantauan apabila terjadi kebocoran gas lebih besar atau terlihat adanya indikasi semburan minyak dari sumur. "Sudah kami siapkan oil boom dan oil skimmer kalau terlihat adanya indikasi minyak. Kami sudah ada 3 tim di laut. Oil boom panjangnya 2 km," kata Ifki. [ipe]

Komentar

x