Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 14:59 WIB

Risiko Terburuk Proyek YY Bak Film Deep Horizon

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 18 Juli 2019 | 00:04 WIB
Risiko Terburuk Proyek YY Bak Film Deep Horizon
Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, potensi gelembung gas di proyek YYA-1, Blok Offshore North West Java (ONWJ), menimbulkan semburan gas (blow out).

Bahkan semburan gas proyek dari PT Pertamina Hulu Energi, kata Djoko bisa seperti bencana tumpahan minyak di Teluk Meksiko, Amerika Serikat yang difilmkan dengan judul Deep Horizon.

"Pernah menonton Deep Horizon nggak? Kejadian buruknya bisa seperti (film) itu," kata Djoko,di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Nah, untuk mencegah resiko terburuk itu, kata dia, anak usaha Pertamina itu saat ini tengah dilakilam upaya pencegahan. Salah satunya dilakukan pengeboran miring.

Namun, upaya tersebut mengakibatkan anjungan lepas pantai yang ada di YYA Blok ONWJ yang dioperatori Pertamina Hulu Energi (PHE) mengalami kemiringan, saat ini kemiringannya sudah mencapai 8 drajat.

"Sekarang sedang diupayakan dilakukan bor miring untuk menutup kebocoran gas blow out. Risikonya anjungan miring 8 drajat miringnya," tutur Djoko.

Menurut Djoko, Kementerian ESDM dan Pertamina sudah menurunkan tim untuk mengatasi gelembung gas tersebut, upaya tahap awal adalah menyelamatkan pekerja untuk menghindari korban jiwa, kemudian berikutnya adalah mengantisipasi kerusakan lingkungan.

"Tim kami sedang berada di lokasi sejak hari kejadian kan Jumat (12 Juli 2019), kami sudah mengirim ke sana. Masih di Pertamina crisis center," kata dia.

Sumur YYA-1 merupakan sumur reaktifasi di sekitar 2 Kilo Meter (KM) dari Pantai Utara Jawa, Karawang Jawa Barat. Gelembung gas muncul sejak Jumat (12/7/2019), dalam proses mengeboran untuk mengaktifkan kembali sumur YYA-1 untuk diproduksi kandungan minyak dan gasnya (migas).

Adapun pengeboran minya lepas pantai Deepwater Horizon di Teluk Meksiko meledak salah satu bencana lingkungan terbesar pada 20 April 2010.

Akibat ledakan rig pengeboran minyak yang terletak 60 kilometer dari pesisir Louisiana, AS ini minyak mentah dalam jumlah besar mencemari perairan tersebut.

Selain itu, ledakan tersebut mengakibatkan 11 orang pekerja tewas dan 17 lainnya terluka. Setelah dua hari terbakar, Deepwater Horizon akhirnya tenggelam.

Deepwater Horizon dioperasikan perusahaan pengeboran minyak Transocean yang bekerja untuk perusahaan perminyakan BP.

Ledakan terjadi pada 20 April 2010 pukul 21.56 waktu setempat. Saat itu sebanyak 126 orang berada di rig tersebut.

Tujuh orang karyawan BP, 79 orang kru Transocean, sisanya staf perusahaan lain seperti Anadarko, Halliburton, dan M-I Swaco.

Ledakan itu kemudian disusul kobaran api yang melalap rig Deepwater Horizon. Setelah terbakar lebih dari satu hari, Deepwater Horizon tenggelam pada 22 April 2010.[jat]

Komentar

x