Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:01 WIB

Jabar Gerus Kemiskinan dengan Dana Zakat Rp26T

Kamis, 18 Juli 2019 | 05:24 WIB
Jabar Gerus Kemiskinan dengan Dana Zakat Rp26T
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Garut - Hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), mencatat adanya potensi zakat nasional sebesar Rp233,8 triliun per tahun.

Sementara, potenzi zakat di Provinsi Jawa Barat mencapai Rp26,845 triliun per tahun, merupakan ketiga terbesar di Indonesia, setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Menyikapi hal ini, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kesadaran masyarakat Jabar untuk membayar zakat setiap tahun terus meningkat. Baznas Jawa Barat (Jabar) sendiri menyebut pengumpulan zakat di Jabar setiap tahunnya meningkat antara 25% hingga 30%.

"Zakat di Jabar sangat potensial maka perlu dikelola dengan baik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan," kata Uu saat ditemui usai membuka Gebyar Festival Zakat ke-3 dan Rapat Kerja Daerah (Rekerda) Baznas Jabar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Jabar, Rabu (17/07/2019).

Selain kesadaran masyarakat, lanjut Uu, harus ada sedikit unsur pemaksaan untuk membayar zakat khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kebijakan tersebut sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memotong sebagian gaji ASN-nya untuk dibayarkan zakat. Uu pun mengimbau 27 kepala daerah di Jabar untuk melakukan hal serupa seperti di Pemerintah Provinsi Jabar.

"Kami sudah buat Pergub (Peraturan Gubernur) untuk ASN dan seperti yang diumumkan pada Idul Fitri kemarin, penerimaan zakatnya yaitu Rp 300 miliar," ujar Uu.

"Nanti akan saya sampaikan ke Pak Emil (Ridwan Kamil) harus ada penekanan kepada kepala daerah untuk membuat aturan kepada ASN mewajibkan membayar zakat dipotong dari gaji. Seperti di Garut Rp 2,5 milyar perbulan ini berkat keberanian kepala daerahnya," imbuhnya.

Potensi zakat Provinsi Jabar sebesar Rp 26,845 triliun per tahun ini hampir mendekati jumlah (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) APBD Jabar per tahun yang mencapai lebih dari Rp 34 triliun.

Bila dikelola dengan optimal, Ketua Baznas Jabar, Arif Ramdani, mengatakan potensi zakat itu bisa mengentaskan kemiskinan di Jabar. "Mudah-mudahan bisa mengoptimalkan potensi tersebut sehingga kita bisa membantu mengentaskan kemiskinan dan mendukung visi Jabar juara lahir batin," ujar Arif Ramdani.

Dia menyebutkan, Gebyar Festival Zakat ke-3 dalam rangkaian Rakerda Baznas Jabar, bertujuan untuk penguatan komitmen dalam mengemban amanah pengelolaan zakat agar tercapai tujuan pengentasan kemiskinan. "Juga untuk konsolidasikan potensi zakat di Baznas 27 kabupaten dan kota," katanya.

Adapun, laporan keuangan Baznas Jabar yang diikuti 80% Baznas kota dan kabupaten dari tahun 2015-2018 sudah diaudit dan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dalam kelembagaan, Baznas Jabar juga telah mendapat akreditasi A dari Kementerian Agama. "Kepercayaan masyarakat kepada kami juga telah dibuktikan dengan diraihnya penghargaan pelopor kebangitan ekonomi umat berbasis zakat," tutup Arif. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x