Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 14:57 WIB

Gara-gara Masela, Cadangan Migas Indonesia Melejit

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 20 Juli 2019 | 02:04 WIB
Gara-gara Masela, Cadangan Migas Indonesia Melejit
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, adanya proyek Lapangan Gas Abadi Blok Masela akan meningkatkan cadangan migas Indonesia semakin besar, bahkan bisa mencapai 300%.

Dia merinci, pada semester satu tingkat pengembalian cadangan migas Indonesia atas migas yang diproduksi sudah mencapai 100%. Dengan potensi cadangan migas mencapai 132 juta berel setara minyak (Barel Oil Equivalent /BOE).

"Selama semester satu temuan cadangan 132 BOE atau 100% dari 13 POD," kata Dwi, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Dwi mengungkapkan, rasio pengembalian cadangan migas Indonesia akan bertambah menjadi 300%, setelah disetujuinya revisi rencana pengembangan (Plan of Development/POD) Blok Masela.

"Juli ini Masela menambah rasio pengembalian cadangan, kalau ini sampai akhir tahun menambah 300%. Dari ini tidak mengkawatirkan karena masuk Masela kemarin," ujar Dwi.

Menurut Dwi, SKK Migas punya tanggung jawab menemukan cadangan migas baru, untuk meningkatkan produksi migas Indonesia. "Dalam semeter 1 2019 salah satu tanggung jawab seberapa besar kita menemukan cadangan baru, menggantikan yang dieksploitasi, kalau sama berati 100 persen kita mengganti cadangan," kata dia.

Adapun total kapasitas produksi gas dari Blok Masela yang dioperatori Inpex setiap tahunnya sebesar 10,5 juta Metrik Ton (MT) per tahun, dengan rincian sebanyak 9,5 juta MT per tahun untuk gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) dan sebanyak 150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) disuplai untuk kebutuhan domestik.

Selain itu, lapangan gas abadi juga memproduksi kondensat dengan produksi rata-rata perhari 35 ribu barel per harui (bph) yang akan mulai berproduksi ditargetkan pada tahun 2027.[jat]

Komentar

x