Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:13 WIB

DPR: KBN Jangan Rusak Asa Jokowi Genjot Investasi

Sabtu, 20 Juli 2019 | 07:09 WIB
DPR: KBN Jangan Rusak Asa Jokowi Genjot Investasi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - DPR meminta PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero/KBN) untuk tidak menghambat cita-cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menggenjot investasi di dalam negeri.

Anggota Komisi VI DPR, Inas Narsullah Zubir mengatakan, KBN seharusnya menghormati perjanjian yang sudah disepakati sejak awal dengan PT Karya Tekhnik Utama (KTU) dalam membentuk anak usaha yakni PT Karya Citra Nusantara (KCN) untuk mengelola Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara.

"Kalau tidak dihormati, nanti BUMN punya penilaian yang jelek dari investor, karena KTU sudah mengeluarkan biaya atau investasi, tiba-tiba sekarang mau diambil alih bisnisnya sama KBN," ujar Inas saat dihubungi, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Menurut Inas, tidak menghormati perjanjian dalam dunia bisnis, apalagi dilakukan oleh perusahaan pelat merah maka dapat berdampak buruk terhadap iklim investasi di Indonesia. "KBN kalau begini jadi merusak apa yang disampaikan Presiden Jokowi dalam menggenjot investasi," tutur kader Partai Hanura ini.

Dirinya mengimbau Menteri BUMN Rini Soemarno turun tangan dalam penyelesaian konflik internal antar pemegang saham KCN, agar dapat segera selesai secara baik. "Menteri BUMN juga harus turun tangan, jangan masalah ini mengganggu investasi di dalam negeri. Hormati perjanjiannya seperti apa," ujar Inas.

Polemik pembangunan Pelabuhan Marunda tidak kunjung henti. KBN dan KTU membentuk anak perusahaan PT KCN dengan porsi kepemilikan saham KBN sebesar 15% (goodwill) yang tidak akan terdelusi dan KTU sebesar 85%.

Seiring berjalannya waktu, KBN meminta revisi komposisi saham yang akhirnya disepakati menjadi 50:50, namun KBN tak mampu menyetor modal hingga batas waktu yang ditentukan karena ternyata tidak diizinkan oleh Kementerian BUMN sebagai pemilik saham KBN dan juga Dewan Komisaris PT KBN. [tar]

Komentar

x