Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:22 WIB

Oleh-oleh Kamil dari Inggris

Tahun Depan, Jabar Sulap Sampah Jadi Biodiesel

Selasa, 23 Juli 2019 | 09:18 WIB
Tahun Depan, Jabar Sulap Sampah Jadi Biodiesel
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat kesepakatan pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel dengan CEO Plastic Energy Carlos Monreal di London, Inggris, Senin (22/7/2019).

Kamil menargetkan, proyek senilai Rp 3triliun ini, terealisasi tahun depan. "MoU sudah kita buat lama. Hari ini kita sepakati langsung dengan CEO-nya, kita akan menyediakan lahan untuk mereka (Plastic Energy) sewa, mempercepat proses perizinan, lalu kita sediakan sampah plastik di luar botol plastik untuk diolah menjadi energi berupa green diesel," kata Kamil dalam rilis kepada media di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Menurut Kamil, pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel akan dilakukan di lima daerah, yakni Bogor, Bandung Raya, Bekasi, Tasikmalaya, dan Cirebon. "Untuk tahap awal kita bangun di Bogor dan Bandung Raya," ucapnya.

Kemungkinan industri ini berada di Bogor, tepatnya di Galuga dengan luas 20 hektar. Sedangkan yang di Bandung Raya berlokasi di kawasan Gedebage, seluas 10 hektar.

Kamil mengatakan, nilai investasi satu lokasi mencapai Rp630miliar. Targetnya, proses pengkajian sampai perizinan selesai pada akhir 2019, sehingga pembangunan bisa dimulai Januari 2020.

Dia menyatakan, keberadaan pengolahan sampah plastik menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah plastik, terutama di sungai Citarum dan laut. Dia juga menegaskan, sudah menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden Joko Widodo dan disetujui.

"Selama ini kan kita mengkampanyekan pemilahan sampah plastik, namun kemana sampah plastik yang sudah dipilah itu belum ada solusinya. Nah, dengan adanya plastic energy jadi teratasi," katanya.

"Ini kabar baik karena selama ini kan tipping fee jadi persoalan," lanjutnya.

Menurut Emil, terdapat dua cara penyerahan sampah plastik ke Plastic Energy. Pertama adalah sampah plastik murni. Kemudian, sampah campur yang nantinya dipilah oleh Plastic Energy. Dari 1.000 ton sampah, sekira 100 ton sampah plastik yang diambil.

CEO Plastic Energy Carlos Monreal mengatakan bahwa satu ton sampah plastik dapat menghasilan 85 liter biodiesel. "Green diesel yang dihasilkan bisa dipakai untuk mobil, truk. Truk pengangkut sampah pakai ini juga," katanya.

Selain itu, kata Carlos Monreal, pihaknya akan turut membantu feasibility study proyek tersebut. Dia pun berharap proses perizinan yang lainnya dapat segera selesai. "Kami bisa mulai bangun konstruksi awal 2020," ucapnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan, proyek ini sejalan dengan kebijakan pemilahan sampah. Dia pun akan berkoordinasi dengan Pemkab Bogor karena untuk pemenuhan kebutuhan sampah 100 ton per hari tidak bisa dipenuhi oleh pihaknya. "Sampah plastik kita (Kota Bogor) per hari 84 ton," katanya. [ipe]

Komentar

x