Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 17:53 WIB

Tahun Ini, Investasi Kulon Progo 'Nendang' Tinggi

Selasa, 23 Juli 2019 | 09:50 WIB
Tahun Ini, Investasi Kulon Progo 'Nendang' Tinggi
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Kulon Progo - Tak banyak daerah yang prestasi investasinya bisa selevel dengan Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Hingga paruh Juli 2019, realisasinya tembus Rp3 triliun, atau 300% dari target. Luar biasa.

"Realisasi penanaman modal sudah melebihi target, terutama dengan adanya bandara. Pada triwulan kedua 2019 ada penambahan investasi Bandara Internasional Yogyakarta sebesar Rp1,5 triliun," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Agung Kurniawan di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (23/7/2019).

Selain investasi bandara, lanjut Agung, realisasi investasi di luar bandara yang sudah masuk sebesar Rp1,5 triliun. Jadi total investasi yang masuk sebesar Rp3 triliun, tetapi yang riil investasi baru di luar bandara sebesar Rp200 miliar.

"Investasi Rp200 miliar itu dari investasi perhotelan di Kulon Progo. Kami optimistis jumlah investasi yang akan masuk di Kulon Progo pada 2019 ini akan terus bertambah karena sudah ada beberapa investor yang sudah mengurus perizinan," katanya.

Agung mengatakan, investor yang sedang mengurus izin ke DPMPT Kulon Progo yakni rencana pembangunan hotel berbintang di Kulon Progo, PT Angkasa Pura I juga sedang berkonsultasi membangun hotel. "Di luar investasi bandara, saat ini investor yang banyak masuk di Kulon Progo mayoritas bergerak di bidang perhotelan," katanya.

Ia mengatakan, jumlah investor yang sudah mengurus izin dan akan menanamkan modalnya di Kulon Progo sebanyak 20 perusahaan. Kemudian, jumlah "investment tracking" yang melakukan penjajakan sebanyak 50 perusahaan. "Yang sudah melakukan penjajakan dua perusahaan dan menyatakan batal karena harga tanah tidak sesuai," kata Agung.

Dia mengatakan DPMPT mengintensifkan sosialisasi kemudahan penanaman modal dan fasilitas yang diberikan oleh pemkab. "Kami adakan sosialisasi, forum bisnis, dan yang paling penting kami memberikan pelayanan perizinan cepat," katanya.

Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo, Muhtarom Asrori mengatakan, pihak pemkab harus memfasilitasi investor dengan memberikan kemudahan perizinan dan pengadaan tanah. "Hal yang menghambat investasi di Kulon Progo ini adalah harga tanah yang mahal karena tanah dimiliki perorangan," katanya.[tar]

Komentar

x