Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:27 WIB

Dampak Gelembung Gas YYA-1, Pertamina Bungkam

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 23 Juli 2019 | 10:01 WIB
Dampak Gelembung Gas YYA-1, Pertamina Bungkam
(Foto: ANTARA)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) belum mau mengungkapkan dampak lingkungan terkait kebocoran gas yang menimbulan gelembung gas di proyek YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ).

Meski belum mengungkapkan dampak lingkungan, namun Pertamina saat ini tengah memperioritaskan penanganan masalah lingkungan. Bahkan Pertamina menurunkan 27 kapal dan alat penangkap tumpahan minyak atau Oil Boom di perairan Pantai Utara Jawa, Karawang Jawa Barat.

"Kita sudah langsung tangani, kita fokus ke masalah (lingkungan) ini, lakukan preventif action," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di kantor ESDM, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Dia mengamini ada tumpahan minyak yang keluar bersama gelembung gas di sekitar sumur YY1-A. Nah, tumpahan minyak itu ditangani menggunakan oil boom. Kata dia, cara ini efektif sehingga sebarannya tidak meluas. "Yang masuk ke luat sudah (ada) langsung kami sapu dengan oil boom. Sangat (efektif)," ujar dia.

Nicke mengungkapkan, Pertamina terus melakukan penanganan gelembung gas di sumur pengembangan terebut, termasuk mengantisipasi hal yang lebih buruk terjadi. "Sudah tertangani dengan persiapan. Bukannya ada masalah baru siap, tapi udah kita siapkan semua, standby, jadi diperlukan sudah," kata dia.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, penanganan bocoran gas di sumur yang dioperatori Pertamina Hulu Energi ONWJ ini dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak yang kredibel, kompten dan memiliki pengalaman yang baik dalam menangani masalah yang sama. Salah satunya adalah Boot & Coots, perusahaan asal US yang telah memiliki pengalaman dalam menyelesaikan peristiwa di Gulf Mecixo.

"Seluruh upaya tersebut sebagai komitmen dan keseriusan Pertamina dalam mengatasi peristiwa di sumur migas lepas pantau tersebut baik dari aspek operasional maupun lingkungan hidup," kata dia. [ipe]

Komentar

x