Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:13 WIB

FSC: Korindo Terbukti Tidak Bakar Hutan

Rabu, 24 Juli 2019 | 05:09 WIB
FSC: Korindo Terbukti Tidak Bakar Hutan
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pada Selasa (23/7/2019), The Forest Steward Council (FSC) merilis hasil investigasi yang dilakukan sejak 1 November 2017. Disebutkan Korindo Grup terbukti tidak melakukan pembakaran hutan.

Pihak FSC Board of Directors, menyimpulkan, Korindo Group tidak terbukti melakukan pembakaran hutan. Selain itu, Korindo tidak terlibat dalam segala aktivitas ilegal yang menggunakan api dalam proses pembersihan lahan miliknya. Seperti yang dituduhkan LSM Mighty Earth selama ini.

Atas dasar tersebut, FSC memutuskan masih tetap menjadikan Korindo Group sebagai anggotanya. Investigasi ini dilakukan Policy for Association (PfA) FSC, terkait laporan yang dirilis Mighty Earth pada akhir 2016. Di mana, Mighty Earth menuduh Korindo Group telah melakukan pembakaran hutan.

Karena alasan tersebut, LSM lingkungan asal Amerika Serikat ini, meminta FSC mengeluarkan Korindo Group dari keanggotaan FSC. Dalam laporan yang diterima dari FSC yang bermarkas di Bonn, Jerman itu menyatakan, selain tidak terbukti melakukan pembakaran hutan, Korindo Group dalam menjalankan aktivitasnya menunjukkan kepatuhannya dalam menaati regulasi-yang telah diatur Pemerintah Indonesia.

Meski demikian, di beberapa kasus, regulasi dalam FSC lebih ketat daripada yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa kampanye negatif Mighty Earth yang selama ini dilakukan terhadap Korindo, hanya didasarkan pada data dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kampanye negatif semacam ini bukan hanya merugikan perusahaan, namun juga berdampak besar pada masyarakat lokal dan telah mengganggu iklim investasi di Indonesia. Keputusan FSC tersebut disambut baik oleh Korindo Group.

"Korindo Group senantiasa memiliki itikad baik untuk berkolaborasi dan bekerja sama secara konstruktif tidak hanya bersama FSC, namun juga dengan semua pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan tindakan-tindakan yang tepat," papar Yulian Mohammad Riza, Public Relations Manager Korindo Group di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Selain itu, kata dia, Korindo Group telah menyetujui untuk melanjutkan moratorium yang sudah diberlakukan pihaknya sejak 21 Februari 2017. Pemberlakuan moratorium ini meliputi, penundaan konversi area berhutan, hingga penilaian terhadap seluruh Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dan Stok Karbon Tinggi (HCS) selesai dilakukan.

Menyoroti program sosial, lanjut Riza, selama proses investigasi berlangsung FSC juga melihat Korindo Group telah memiliki banyak program sosial kepada masyarakat Papua, antara lain membangun, mengelola dan bahkan mendanai operasional klinik modern yang berada pedalaman Papua.

"Selain itu juga menyediakan 19 klinik dengan layanan gratis, mendirikan 28 sekolah berikut menyediakan 200 orang guru dan disiapkan beberapa unit bus sekolah, 66 tempat ibadah, menyediakan pembangkit listrik untuk masyarakat pedalaman, membangun ratusan kilometer jalan raya, dan memberikan pelatihan bercocok tanam sayuran," papar Riza. [tar]

Komentar

x