Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:01 WIB

Raih Platinum IAI 2019

Pemprov Jabar Paling 'Seksi' di Mata Investor

Rabu, 24 Juli 2019 | 10:11 WIB
Pemprov Jabar Paling 'Seksi' di Mata Investor
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya segelintir yang menarik di mata investor. Dan, Pemprov Jabar dinilai paling unggul.

Atas penilaian tersebut, Pemprov Jabar diganjar penghargaan Platinum Provinsi Besar kategori Investasi dalam Indonesia Attractiveness Award (IAI) 2019 yang digagas Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Atas capaian ini, Sekretaris Daerah Pemprov Jabar, Iwa Karniwa menyebutkan tiga langkah yang dilakukan guna menarik investor membenamkan modalnya di Jabar.

Pertama adalah meningkatkan pelayanan publik. Hal tersebut berkaitan dengan pelayanan di bidang perizinan. "Kedua, secara bertahap meningkatkan infrastruktur. Dan Ketiga, meningkatkan pemasaran promosi dan melakukan interaksi dengan berbagai pihak," ucap Iwa dalam rilis kepada media di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Menurut Iwa, keberhasilan Pemdaprov Jawa Barat menarik para investor tidak lepas dari kinerja dan kerja sama berbagai pihak. Dia pun menjamin, tujuan akhir dari investasi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. "Sehingga, penghargaan ini menjadi pemicu untuk kita lebih keras lagi, lebih meningkatkan lagi kebersamaan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tutur Iwa.

Iwa berharap penghargaan tersebut bisa memantik Pemdaprov Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat untuk terus berinovasi dan berkolaborasi guna mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin. Dalam acara tersebut, Kota Bandung menyabet Gold Kota Besar Terbaik Sektor Pariwisata.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sanjoyo mengatakan, dengan adanya penghargaan tersebut, banyak Kepala Daerah yang terpacu untuk terus memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

"Dan juga pada kesempatan ini, saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kepala daerah, Gubernur dan para Bupati yang telah hampir 5 tahun ini berhasil menggunakan dana desanya dengan baik. Sehingga, program Dana Desa ini dicontoh oleh 23 negara lain," ucapnya.

Menurut Eko, Pemerintah Pusat mengeluarkan dana desa guna memperbaiki infrastruktur di seluruh daerah Indonesia. "Ditandai hampir 50 persen dalam 4 tahun ini dari 572.000 per kapita per orang menjadi 804.000 per kapita. Sehingga, menurut laporan BPS, dalam dua tahun terakhir terjadi penurunan kemiskinan secara konsisten," katanya.

Direktur Tempo Inti Media, Toriq Hadad mengatakan, IAI sudah dimulai sejak 2015 dan bertujuan untuk mengapresiasi pembangunan desa sebagai pembangunan daerah yang berdampak pada pembangunan nasional.

Toriq pun berharap sejumlah penghargaan yang diberikan mampu mendorong dan semangat untuk memajukan pembangunan di seluruh daerah Indonesia. Menurutnya, tidaklah mudah bagi Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group menjaring para nominasi.

Tim penilai IAI 2019 menggunakan sejumlah acuan. Diantaranya adalah, menentukan klasifikasi Economic Power kabupaten/ kota/ Provinsi berdasarkan PDRB dan PAD; mengumpulkan data sekunder berdasarkan 4 dimensi : Investasi, Infrastruktur, Pariwisata dan Pelayanan publik.

Selanjutnya, ,menentukan top 2 di setiap dimensi untuk kabupaten/kota/provinsi denga Economic Power Besar, dan menentukan Top 1 di setiap dimensi untuk kabupaten/kota/Provinsi dengan Economic Power Sedang dan Kecil.

Selain itu, kabupaten atau kota, serta provinsi yang lolos tahap 3, harus melakukan presentasi di depan dewan juri. Guna membuktikan bahwa mereka layak mendapatkan predikat platinum atau gold. [ipe]

Komentar

x