Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 14:16 WIB

Inalum-Antam Berpeluang Divestasi 20% Saham Vale

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 24 Juli 2019 | 18:03 WIB
Inalum-Antam Berpeluang Divestasi 20% Saham Vale
PT Vale Indonesia - (Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sampai sekarang ini belum menunjuk salah satu perusahaan BUMN untuk melakukan divestasi 20% saham PT Vale Indonesia.

Demikian juga saat dipertegas apakah BUMN kedepan akan menunjuk Inalum atau Antam untuk melakukan divestasi saham itu. Namun keduanya memiliki peluang. Apakah Inalum selaku Holding tambang ataupun Antam sebagai anak holding.

"Vale itu grup, bisa Inalum dan Antam," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Adapun Vale punya kewajiban melepas 20% saham melalui skema divestasi. Nah, kewajiban itu jatuh tempo pada Oktober 2019 yang akan datang.

Sebelumnya Kementerian ESDM akan melakukan pertemuan dengan pihak PT Vale Indonesia pada akhir Juli 2019 ini. Tujuannya untuk membahas divestasi 20 % saham perusahaan multambang itu.

"Pada akhir Juli 2019 akan dilakukan pertemuan bahas divestasi," kata Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak.

Dia menegaskan pertemuan dengan Vale dilakukan sebatas dengan tim ESDM. Belum dengan tingkat yang lebih tinggi seperti Menteri ESDM. "Pertemuan masih tim minerba saja. (Rencananya) Setelah tim minerba selesai (valuasi saham)," ujar dia.

Perusahan tambang yang beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan merupakan pemegang Kontrak Karya (KK). Perusahaan memiliki kewajiban divestasi sebesar 40%.

Nah, dalam amendemen KK disepakati Vale wajib melepas 20% saham. Lantaran 20% saham Vale telah tercatat di bursa efek dan telah diakui sebagai saham divestasi.

Sebelumnya Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sudah menyelesaikan perhitungan atau valuasi aset 20% saham PT Vale Indonesia Tbk. Valuasi dilakukan berdasarkan arahan dari pemerintah.

Meski sudah melakukan valuasi aset milik perusahan tambang dan pengolahan nikel, namun pemerintah sampai saat ini belum menugaskan Inalum mengakuisisi 20% saham tersebut.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, perhitungan nilai 20% saham Vale yang dilakukan oleh pihaknya memakai mekanisme harga pasar.

Sayangnya, dia belum mau mengungkap berapa nilai 20% saham PT Vale. Dia pun memilih tidak menyampaikannya kepada publik. Namun, Budi menepis nilai saham Vale mencapai US$1,5 miliar.

"Kami sudah hitung angkanya enggak segitu (US$ 1,5 miliar)," kata Budi pada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Numun demikian, pihaknya siap apabila pemerintah menugaskan Inalum untuk mengakusisi saham itu. "Kalau kami disuruh (akuisisi) kami sudah sangat siap. Tapi belum bisa share (hasil valuasi)," ujar dia.

Dia mengklaim, Inalum duit mengakuisisi saham Vale. Tapi hingga saat ini belum ada penugasan dari pemerintah. "Kalau uangnya cukup ya langsung. Kalau enggak cukup ya pinjam," kata dia.[jat]

Komentar

x