Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:21 WIB

Tingkatkan Produksi Kayu Putih, KLHK Keluarkan Ini

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 26 Juli 2019 | 14:07 WIB
Tingkatkan Produksi Kayu Putih, KLHK Keluarkan Ini
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan, sampai Juni 2019 telah dikeluarkan 63 SK Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) di Pulau Jawa seluas 25.977 Ha kepada 23.113 Kepala Keluarga (KK).

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK, Bambang Supriyanto mengatakan, dari Izin IPHPS saat ini terdapat 17 kelompok tani hutan yang memiliki potensi komoditi kayu putih, yaitu antara lain Kabupaten Boyolali, Pati, Blora, Grobogan, dan Bojonegoro.

Menurut dia, pemanfaatan area IPHPS oleh kelompok tani berupa pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), yaitu hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan.

"Potensi HHBK dan Jasa Lingkungan nilainya lebih besar dari pada kayu, namun belum dikelola secara optimal, potensi HHBK mencapai > 95% dibanding nilai kayu yang hanya 5%. Salah satu jenis HHBK adalah minyak kayu putih," kata Bambang di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Hal ini dilakukan karena kebutuhan pasar minyak kayu putih pada saat ini sekitar 4.500 ton/tahun. Namun pasokannya hanya 2.500 ton/tahun, bahkan untuk memenuhi kebutuhannya perusahaan mengimport dari China.

Nah, dalam rangka memberikan insentif usaha bagi Petani dan Perum Perhutani agar petani mendapatkan manfaat dan mampu mengoptimalkan produktifitas hutan, maka diperlukan pembinaan intensif dari Kementerian/Lembaga terkait serta Perbankan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kewirausahaan, kepastian pasar atau serapan hasil produksi dan akses pembiayaan, baik itu melalui Badan Layanan Umum (BLU) maupun perbankan dalam bentuk kredit usaha rakyat/KUR kartu tani.

Kemudian, untuk meningkatkan nilai tambah produksi kayu putih di setiap kelompok tani dalam pemanfaatan hutan dan peningkatan kesejahteraannya, perlu kolaborasi para pihak untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan Workshop Pengembangan Usaha Kayu Putih di Wilayah Kerja Perum Perhutani

"Kami mengharapkan melalui Workshop Pengembangan Usaha Kayu Putih di Wilayah Kerja Perum Perhutani dapat mengkoordinasikan para pihak dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan untuk pengembangan usaha kayu putih di wilayah kerja Perum Perhutani serta Merumuskan pengembangan usaha perhutanan sosial komoditi kayu putih di wilayah kerja Perum Perhutani," ujar dia.[jat]

Komentar

x