Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 15:03 WIB

Investor Singapura Suntik Dana Margahayu Land

Senin, 29 Juli 2019 | 14:15 WIB
Investor Singapura Suntik Dana Margahayu Land
Margahayu Land - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pihak Margahayu Land kini sudah bisa tersenyum. Pasalnya, ada investor Singapura yang tertarik untuk membenamkan modal. Alhasil, proyek properti yang sempat terbengkalai bakal dilanjutkan. Ini juga kabar baik bagi konsumen properti.

Kabar baik ini disampaikan CEO Margahayuland Group, Anti Gantira di Jakarta, Senin (29/7/2019). "Alhamdulillah, setelah tertunda lebih dari 6 bulan, proses masuknya investor ke perusahaan kami makin mengerucut. Mudah-mudahan dalam minggu ini tahap pertama fundingnya akan cair," kata Anti.

Menurutnya, dengan masuknya founding secara bertahap ini, pihaknya berencana akan melanjutkan pembangunan perumahan yang saat ini, masih dalam tahap pembangunan. Adapun target pembangunan yang dilanjutkan adalah 19 Avenue yang berlokasi di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat dan Newton yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. "Selain itu kami juga akan memperbaiki kekuatan finansial holding kami," tegasnya.

Terkait surat utang jangka menengah atau Medium Term Note (MTN), merupakan surat utang yang memiliki jangka waktu antara 5 hingga 10 tahun, tetapi bisa saja hanya 1 tahun, yang jatuh tempo, Anti menegaskan, pihaknya segera melaksanakan kewajiban tersebut.

"Kami memaklumi bahwa PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) harus mengambil tindakan yang sesuai dengan prosedur demi kepentingan pemegang MTN. Dalam hal ini tujuan kita sama bahwa tidak boleh ada investor dalam hal ini pemegang MTN yang dirugikan. Oleh karena itu, Margahayuland Group akan melaksanakan kewajiban tersebut dalam beberapa hari kedepan ini, terlepas dari apapun keputusan dari KSEI," jelasnya.

Sebagai informasi, PT KSEI merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga ini didirikan di Jakarta pada 23 Desember 1997 dan memperoleh izin usaha pada 11 November 1998. Di mana, KSEI merupakan salah satu Self-Regulatory Organization (SRO) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).[tar]


Komentar

x