Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:26 WIB

Tunas Sawa Erma Sukses Konservasikan Gambut Riau

Senin, 29 Juli 2019 | 14:50 WIB
Tunas Sawa Erma Sukses Konservasikan Gambut Riau
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Tunas Sawa Erma (TSE), salah satu unit bisnis Korindo Group sektor kelapa sawit, bekerja sama dengan Korea-Indonesia Forest Center (KIFC), merealisasikan konservasi lahan gambut di Semenanjung Kampar, Riau.

Lokasinya berada di areal proyek REDD+ kerja sama Korea-Indonesia di KPH Tasik Besar Serkap. Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk berpartisipasi melakukan pengamanan areal gambut dari berbagai gangguan, menurunkan emisi gas rumah kaca dan meningkatkan pengetahuan aparatur.

Kerja sama ini ditandatangani di Jakarta dan berlaku satu tahun, mulai 1 Juni 2019 hingga 31 Mei 2020. Proyek konservasi lingkungan ini, berada di Semenanjung Kampar, salah satu hamparan hutan rawa gambut terbesar di Indonesia yang berada Provinsi Riau.

Presiden Direktur PT TSE, Robert Seung, menjelaskan, kerja sama ini merupakan kontribusi yang cukup penting dari perusahaan, terutama dalam upaya untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian dan keberlanjutan lingkungan hidup di Indonesia.

"Meskipun kami lebih banyak beroperasi di Kalimantan dan Papua, tapi kami juga ingin terus mendukung dan berkontribusi dalam kegiatan konservasi lingkungan hidup dan hutan di wilayah lain sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan Indonesia," ucap Robert Seung usai penandatanganan kesepakatan beberapa waktu lalu.

Kerja sama meliputi 3 jenis kegiatan yakni pemetaan area dengan metode pengambilan foto dari udara di Blok Khusus Kerjasama seluas 14.722 ha. Dari hasil pemotretan udara ini nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi area yang rawan terhadap gangguan sehingga bisa menjadi sumber analisis untuk tindakan preventif di masa depan.

Kedua, dilakukan pengamanan areal blok khusus di KPHP TBS, yang dimaksudkan untuk menjaga keamanan areal proyek dari berbagai gangguan dan juga untuk menjaga aset project yang ada di lapangan.

Kegiatan terakhir adalah memberikan pelatihan untuk peningkatan kemampuan staf Kesatuan Pengelolaan Hutan Tasik Besar Serkap (KPHP TBS) dalam mengimplementasikan tugasnya di lapangan. Pelatihan ini akan mencakup teknik-teknik pengambilan data biomassa di atas permukaan, pengukuran ketebalan gambut, serta pengambilan data terkait dengan sosial & ekonomi.

Para pakar dari beberapa universitas dan juga tenaga ahli dalam negeri akan dilibatkan menjadi fasilitator dalam pelatihan ini. Dalam melaksanakan ketiga kegiatan tersebut, pihak TSE dan KPH Tasik Besar Serkap akan juga bersinergi dengan Korea Indonesia Forest Center (KIFC) dan SG Consulting.[tar]

Komentar

x