Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 15:01 WIB

Pertamina Sabar Menanti Hak Kelola Blok Corridor

Senin, 29 Juli 2019 | 18:09 WIB
Pertamina Sabar Menanti Hak Kelola Blok Corridor
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengapresiasi keputusan pemerintah menaikan hak partisipasi atau participating interest (PI) sebesar 30% untuk perusahaan migas nasional di Blok Corridor.

Sebagaimana 11 blok migas terminasi lainnya, Pertamina juga memastikan telah siap menjadi operator Blok Corridor pada 2026, atau tiga tahun setelah kontrak berjalan di Blok Corridor.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Hulu Energi Corridor telah mendapat hak PI sebesar 30% yang sebelumnya hanya 10%. Hak partisipasi tersebut akan dimulai setelah 2023.

"Peningkatan hak PI bagi Pertamina merupakan hal positif. Kami percaya Pemerintah telah melakukan pertimbangan yang mendalam yang baik bagi semua pihak, dan Pertamina segera mempersiapkan berbagai strategi dan langkah untuk menjadi operator Blok Corridor pada tahun 2026 hingga kontrak selesai pada 2043," ujar Fajriyah.

Kontrak bagi hasil Blok Corridor, lanjut Fajriyah, akan berlaku 20 tahun, efektif sejak 20 Desember 2023 yang berskema gross split. Pada 3 tahun pertama, operatornya adalah Conoco Philips dan selama 17 tahun berikutnya beralih ke Pertamina.

Sebagai BUMN, Pertamina juga mendukung keterlibatan BUMD yang akan mendapat penawaran hak PI 10%. Blok yang terletak di Banyuasin, Sumatera Selatan ini tercatat memiliki cadangan gas nomor tiga terbesar di Indonesia. Di mana, produksi gasnya berkontribusi hingga 17% dari total produksi gas nasional.

"Kami optimis mengelola Blok Corridor, ini sangat strategis karena nantinya akan terintegrasi dengan Blok Rokan yang dikelola Pertamina pada 2021 dan Kilang Dumai di Riau," imbuh Fajriyah.

Seperti diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah menandatangani surat keputusan persetujuan perpanjangan kontrak kerja sama pada Wilayah Kerja (WK) Corridor di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (22/7/2019).

Perpanjangan ini mulai berlaku setelah 2023, ditandai meningkatnya hak partisipasi Pertamina menjadi 30%. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti (KKP) lima tahun pertama, sebesar US$250 juta dan bonus tanda tangan (signature bonus) sebesar US$250 juta.

"Dengan keputusan ini, harapannya masa transisi dI Blok Corridor akan berjalan dengan baik sehingga kegiatan operasi dan investasi dapat berjalan secara berkesinambungan untuk menjaga produksi Blok Corridor," pungkas Fajriyah.[ipe]

Komentar

x