Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 14:55 WIB

Ditantang ILO Pakai Sistem Upah Dunia, Kamil Oke

Selasa, 30 Juli 2019 | 00:29 WIB
Ditantang ILO Pakai Sistem Upah Dunia, Kamil Oke
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Bandung - Pemprov Jawa Barat menggelar pertemuan dengan organisasi buruh PBB, yaitu International Labour Organization (ILO). Guna membahas sistem pengupahan di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memimpin langsung pertemuan yang dihadiri kepala daerah dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dari 27 kabupaten/kota di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (29/7/2019).

Dalam pertemuan, ILO menantang pemerintah Jabar berani menjalankan sistem pengupahan buruh menggunakan standar internasional. Hal ini untuk meminimalisir perbedaan nilai upah di tiap daerah, berkeadilan, dan membuat buruh lebih sejahtera, termasuk juga menjaga para investor agar tidak pindah ke luar Jawa Barat.

"Hasil dari pertemuan ini, kami akan buat sistem pengupahan yang lebih baik dan berkeadilan sesuai standar internasional sehingga bisa menjaga kualitas ekonomi Jabar, buruhnya sejahtera, investor juga tidak ada yang pergi keluar Jabar," kata Kamil.

Kamil mengatakan, saat ini, terdapat 140 investor yang tutup dan pindah ke luar Jabar. "Hampir semua alasannya itu karena upah yang tinggi," imbuhnya.

Menurut Kamil, sistem pengupahan yang bersifat desentralisasi (kebijakan diserahkan kepada masing-masing kepala daerah kabupaten/kota) turut memengaruhi perbedaan nilai upah. Contoh perbedaan yang signifikan yaitu UMK Pangandaran (Rp1,6 juta) dan Karawang (Rp4,2 juta).

"Sistem pengupahan kita 'kan desentralisasi, diserahkan kepada kepala daerah tingkat dua, ini juga disoroti ILO karena membuat subjektifitas perbedaan pengupahan nilainya terlalu jauh," ucap Kamil.

Berikutnya, teknis sistem pengupahan berstandar internasional bakal dibahas ILO bersama para Kepala Dinas Tenaga Kerja se-Jabar. Dalam pertemuan ini, Emil pun berharap jenis industri setiap daerah di Jabar akan diseragamkan menjadi satu jenis usaha.

"Misalkan di Jabar khusus industri manufaktur, di Jateng (Jawa Tengah) tekstil, sehingga jelas tiap daerah jenis industrinya apa, karena keberagaman industri dalam satu daerah juga menjadi penyebab keberagaman upah," ujar Kamil mengakhiri. [ipe]

Komentar

x