Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 18:53 WIB

Peduli UMKM, Kredit Bank DKI Tumbuh 18 Persen

Selasa, 30 Juli 2019 | 14:30 WIB
Peduli UMKM, Kredit Bank DKI Tumbuh 18 Persen
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang triwulan II-2019, kinerja Bank DKI menorehkan hasil positif. Realisasi kredit dan pembiayaan mencapai Rp29,5 triliun, atau tumbuh 5,9% dibanding triwulan II-2018 sebesar Rp27,9 triliun.

Demikian disampaikan Plt Direktur Utama Bank DKI, Sigit Prastowo kepada media di Jakarta, Selasa (30/7/2019). Pertumbuhan kredit Bank DKI didorong kredit segmen UMKM yang tumbuh 18,0% secara tahunan, dari Rp1,1 triliun menjadi Rp1,3
triliun. "Pertumbuhan Kredit Segmen UMKM tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit mikro yang mencatatkan pertumbuhan 33,3 persen. Di mana, per Juni 2019, tercatat sebesar Rp843,0 miliar," papar Sigit.

Hal ini sejalan dengan strategi Bank DKI dimana penyaluran kredit kepada UMKM menjadi fokus utama untuk dikembangkan. Berbagai program percepatan penyaluran kredit UMKM, khususnya kredit mikro telah dan akan terus dilakukan hingga saat ini.
Pada 25 Juli 2019, Bank DKI telah melakukan penandatanganan perjanjian kredit mikro secara massal kepada total 250 peserta Program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) yang diwakili 40 wirausahawan dalam acara Business Matching bersama Pemprov DKI Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), dana tabungan menunjukkan pertumbuhan 15,9% dari semula tercatat Rp8,1 triliun menjadi Rp9,4 triliun pada akhir Juni 2019.

Pertumbuhan dana tabungan mendorong peningkatan rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA per Juni 2019 sebesar 54,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 50,9%. Sementara total aset per Juni 2019 tercatat Rp45,6 triliun.

Berbagai pencapaian kinerja bisnis nan mengilap tadi, mendorong realisasi pencapaian laba bersih Bank DKI per Juni 2019 sebesar Rp372,1 miliar. Atau tumbuh 4,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp356,4 miliar. Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih per Juni 2019 yang tercatat sebesar 8,9%.

Sigit menambahkan, "Komposisi rasio keuangan periode Juni 2019 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 9,6%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,6%, dan Return On Asset (ROA) 2,2%. Untuk beban operasional dibanding Pendapatan
Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 77,1%."

"Pertumbuhan penyaluran kredit juga dibarengi dengan perbaikan kualitas kredit yang ditandakan dengan rasio NPL Gross yang tercatat 3,8% per Juni 2018 menurun menjadi 3,3% per Juni 2019," pungkas Sigit. [tar]

Komentar

Embed Widget
x