Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 13:23 WIB

Valuasi Saham PT Vale Diharapkan Selesai Agustus

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 31 Juli 2019 | 00:09 WIB
Valuasi Saham PT Vale Diharapkan Selesai Agustus
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM bersama PT Vale Indonesia tengah menyamakan persepsi mengenai nilai valuasi saham 20% dalam divestasi perusahaan tambang itu. Kementerian punya target valuasi ini diselesaikan pada bulan Agustus.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral pada Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, persamaan perspesi terkait Weight Average cost of Capital (WACC) atau Biaya Modal Tertimbang Rata-Rata.

Dimana dalam WACC, memperhitungkan risiko dalam perusahaan yang dapat menjadi faktor pengurang dalam valuasi saham. Semakin besar WACC berarti kinerja perusahaan kurang baik.

Meski demikian, dia belum bisa merinci berapa WACC PT Vale. "Kemarin dari hasil pertemuan. Bahas kesahaam persepsi soal WACC," kata Yunus di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Sementara perhitungan saham milik Vale, kata dia, menggunakan perhitungan harga pasar yang wajar. Ada dua metode yakni discounted cash flow atas manfaat ekonomis selama periode dari waktu pelaksanaan divestasi hingga akhir masa berlakunya operasi tambang.

Sementara metode kedua dengan perbandingan data pasar (market data benchmarking). "Jadi kita yang jelas apa pun yang dilakukan pemerintah harus menguntungkan negara," ujar dia.

Namun, harga pasar yang wajar itu tidak memperhitungkan cadangan mineral atau batu bara kecuali yang dapat ditambang selama masa berlaku operasi tambang.

Dikatakannya kesepahaman mengenai valuasi saham antara tim divestasi dan Vale bakal dibawa ke level yang lebih tinggi. Adapun hasil tersebut akan disampaikan kepada tim divestasi yang terdiri dari lintas instansi. Nanti tim tersebut yang akan menentukan langkah selanjutnya. "Agustus ini valuasi Vale selesai," ujar dia.

Vale merupakan perusahan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Perusahaan multitambang yang berpusat di Brazil itu memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 40%. Besaran divestasi itu berdasarkan kesepakatan dalam amandemem Kontrak Karya di 2014 silam.

Kesepakatan terkait divestasi merujuk pada Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 2014 sebagai perubahan ketiga PP No. 23 Tahun 2010. Disebutkan dalam beleid itu divestasi harus dilakukan paling lambat pada 14 Oktober 2019 atau 5 tahun setelah terbitnya PP 77. Adapun besaran divestasi dalam PP 77 terbagi dalam tiga kategori yang merujuk pada kegiatan pertambangan.

Vale termasuk dalam kategori kedua yakni kegiatan pertambangan dan pengolahan pemurnian. Oleh sebab itu kewajiban divestasinya hanya 40%.

Dalam amandemen KK pun disepakati Vale wajib melepas 20% saham lagi lantaran sudah 20% saham Vale yang telah tercatat di bursa efek dan telah diakui sebagai saham divestasi.[jat]

Komentar

Embed Widget
x