Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 18:09 WIB

Proyek IDD Masih Berkutat Di Pembagian Hasil

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 31 Juli 2019 | 15:48 WIB
Proyek IDD Masih Berkutat Di Pembagian Hasil
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah belum memberikan persetujuan revisi rencana pengembangan (PoD) proyek Indonesia Deep Water Development (IDD) tahap II. Saat ini pembahasan masih pada tahap tambahan bagi hasil yang diminta pihak Chevron Pacific Indonesia.

Menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, kedepan Chevron memakai skema gross split setelah kontraknya berakhir. Nah, Chevron pun berhati-hati dalam hal menerima atau perhitungan bagi hasil (split).

"Iya, split berapa gitu. Mereka sangat hati-hati menerima di split berapa karena gross split," kata Dwi di Kementerian ESDM dikutip Rabu (31/7/2019).

Dalam kesempatan ini dia menepis kabar Chevron akan hengkang dari proyek Ultra Laut Dalam tersebut. Ia memastikan ketiga konsorsium pengelola proyek IDD masih melakukan kajian tingkat keekonomian.

"Sejauh ini belum ada statement ke arah situ. Ini konsorsium, Chevron, Eni dan Sinopec. Mereka tiga ini masih lakukan kajian tingkat keekonomian," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Divisi Program Kerja SKK Migas Julius Wiratno juga mengatakan Chevron mengajukan syarat penambahan bagi hasil hingga di atas 10%. Tambahan ini bisa diperoleh menggunakan diskresi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Diskresi itu akan diberikan apabila dari hitung-hitungan base split, variable split tidak ekonomis. "Sekarang tinggal kata kunci satu, diskresi menteri, itu kewenangan menteri," ujar dia.

Sebelnya, pembahasan PoD proyek IDD sempat ditargetkan rampung lebih cepat dibandingkan Blok Masela. Namun nyatanya, pembahasan belum juga rampung hingga ditandatanganinya PoD Blok Masela pada pertengahan Juli lalu.

Adapun Chevron sudah bolak balik mengajukan PoD. Chevron sebetulnya sudah mendapatkan persetujuan PoD pada 2008. Namun, Chevron mengajukan revisi PoD pada 2013 karena harga minyak naik dan nilai investasi pun naik menjadi US$ 12 miliar. PoD tersebut ditolak pemerintah.

Pada akhir 2015, Chevron mengajukan lagi PoD dengan nilai investasi US$ 9 miliar dan permintaan insentif berupa investment credit di atas 100%. PoD tersebut kembali ditolak pemerintah. Tahun ini, Chevron kembali mengajukan PoD, namun belum kunjung disetujui karena belum ada kesepakatan dengan pemerintah terkait keekonomian proyek tersebut.[jat]

Komentar

x