Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 14:54 WIB

Permak SDM, Sri Mulyani Janji Anggaran Riset Naik

Rabu, 31 Juli 2019 | 17:01 WIB
Permak SDM, Sri Mulyani Janji Anggaran Riset Naik
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjanjikan alokasi dana APBN untuk riset meningkat, seiring upaya pemerintah memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Pemerintah kita sedang membentuk kultur masyarakat yang berpikiran kritis, salah satunya melalui pendidikan dan riset. Dana penelitian sudah dialokasikan pemerintah pada APBN 2019 dan diharapkan akan meningkat lebih banyak," kata Sri Mulyani saat ditemui di Soehana Hall The Energy Building, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Sri Mulyani menjelaskan, meskipun alokasi dana riset pada APBN setiap tahun, selalu meningkat. Pada 2018, sebesar Rp33,8 triliun, meningkat menjadi Rp35,7 triliun pada 2019. Dana tersebut disebar di 45 kementerian dan lembaga.

Menurut dia, hal tersebut tetap dirasa kurang karena total anggaran untuk pendidikan di Indonesia pada 2019, mencapai Rp492,5 triliun. Sementara, alokasi dana untuk riset mengambil bagian terlalu kecil dalam total anggaran pendidikan yang wajib 20% dari APBN.

"Jadi tidak heran jika banyak peneliti yang mengeluh kok kecil sekali, atau 400 sekian itu untuk apa saja, kok kita enggak merasa, atau kalau bahasa Pak Presiden kok enggak nendang," ujar Sri Mulyani.

Ia melanjutkan, sekitar 43,7% dari total anggaran riset digunakan untuk penelitian. Sedangkan 56,3% dimanfaatkan untuk belanja operasional, jasa IPTEK, belanja modal, serta pendidikan dan pelatihan. "Alokasi yang dipakai benar untuk penelitian saja lebih kecil dari aktivitas pendukung, itu harus diteliti dan dikaji apa ada yang salah," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menata alokasi pendidikan dan riset di Indonesia sehingga sektor penelitian bisa lebih baik.

Ia berharap, pemerintah dan swasta, bisa membangun ekosistem R&D menjadi lebih baik mulai dari tata kelola hingga akuntabel karena menurutnya riset merupakan investasi yang sangat menjanjikan untuk masa depan. [tar]

Komentar

Embed Widget
x