Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 18:36 WIB

Jokowi Jilid II, KahmiPreneur Dukung Holding BUMN

Kamis, 1 Agustus 2019 | 15:09 WIB
Jokowi Jilid II, KahmiPreneur Dukung Holding BUMN
(Foto: KAHMIPreneur)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di periode kedua Presiden Joko Widodo, pendiri KAHMIPreneur Kamrussamad mendukung holding BUMN. Demi efektivitas serta efisiensi kinerja BUMN yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Sebagai pelaku usaha dan mewakili KAHMIPreneur, kami nilai bahwa membentuk holding BUMN merupakan langkah yang tepat bagi pemerintah terutama pemerintahan Jokowi periode kedua. BUMN telah menjadi backbone dari perekonomian bangsa dan keberadaannya tak bisa dipungkiri mampu mendongkrak roda perekonomian nasional," papar Kamrussamad dalam Dialog Publik Bertajuk Masa Depan BUMN Periode Kedua Pemerintahan Jokowi di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Dia mengingatkan bahwa BUMN haruslan dikelola secara profesional di segala sektor, sehingga menjadi lebih kuat, berdaya saing dan memberikan benefit optimal kepada negara dan rakyat. "Di era yang serba transparan saat ini, pengelolaan BUMN kami rasa masih perlu untuk dioptimalkan dan melibatkan stake holder yang tepat agar mampu memberikan keuntungan maksimal serta memberikan manfaat optimal kepada masyarakat," kata Kamrussamad.

Harus diakui, lanjut tokoh Kaukus Muda Indonesia (KMI) ini, transformasi BUMN berjalan dengan cepat. Kinerjanya layak diapresiasi sepanjang tahun. Pada 2015, aset BUMN sebesar Rp5,760 triliun; laba Rp150 triliun dengan total ekuitas Rp1,991 triliun. Selanjutnya pada 2018, total asetnya Rp8,092 triliun; laba Rp188 triliun dan total ekuitas Rp2,479 triliun.

Apabila membandingkan kinerja BUMN sebelum dan sesudah era Jokowi, kata Kamrussamad, hasilnya cukup kondusif. Semisal, pada 2013 sebanyak 30 BUMN di-privitalisasi. Pada 2013 sebanyak 30 BUMN mengalami kerugian, totalnya Rp34,68 triliun dengan total laba Rp150 triliun. Dengan nilai aset 2009-2014 naik Rp2.600 triliun, pertumbuhan utang Konsumtif.

Sedangkan kinerja BUMN era Jokowi, tidak ada privatisasi aset, total aset BUMN periode 2014-2017 naik Rp2.700 triliun, pertumbuhan utang untuk aset produktif dan penguatan BUMN. "Untuk menghasilkan daya saing yang kompetitif di Indonesia, BUMN dapat merangkul enterpreneur potensial sebagai mitra nya sehingga terjadi hubungan simbiosis yang saling menguntungkan kedua belah pihak," ungkapnya.

KAHMIPreneur, kata dia, mengharapkan generasi muda dan millenial dapat menjadi enterpreneur yang handal yang lebih kreatif agar dapat memajukan industri di Indonesia. Termasuk menentukan masa depan BUMN.

"Jadi kaum millenial harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dan globalisasi dunia. BUMN sendiri merupakan representatif perusahaan yang didanai oleh rakyat sehingga keberhasilannya tentunya dapat mensejahterahkan rakyat dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa," pungkasnya. [tar]

Komentar

x