Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 17:40 WIB

16 Tahun Lagi Defisit Gas Dipresiksi Terjadi

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 3 Agustus 2019 | 00:02 WIB
16 Tahun Lagi Defisit Gas Dipresiksi Terjadi
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun 2035 atau 16 tahun dari sekarang ini, gas dipresiksi akan mengalami defisit. Defisit itu terjadi karena konsumsi atau permintaan gas di tahun 2035 tinggi, ementara suplai tidak mencukupi lagi.

Demikian proyekai PT Pertamina di sektor gas tahun 2035. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko (PIMR) Pertamina Heru Setiawan mengungkap, naiknya kebutuhan gas salah satunya karena proyek listrik yang bahan bakar gas sudah beroprasi.

"Ada project, ada PLN (pembangkit listrik, kita melihat GDP growth kita bakal tinggi, 5 pct itu harus disupport dengan energy,artinya pertumbuhan energi harus lebih dari itu. Supaya menjamin pertumbuhan ekonomi diatas 5%," kata Heru dikutip Jumat (2/8/2019).

Pertamina memprediksi pada tahun 2035 nanti, jumlah gas yang dibutuhkan sekitar 5.000 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) sementara gas domestik hanya sekitar 3.000 MMSCFD.

"Kurangin aja sekitar 3000 MMSCFD jadi defisitnya kira-kira 1.000 MMSCFD sampai 2.000 MMSCFD," ujar dia.

Sementara adanya penemuan gas di Saka Kemang oleh Repsol dengan jumlah gas ditaksir mencapai 2 triliun cubic feet (TCF), gas dari Jambaran Tiung Biru dan Tangguh Train 3 juga gas Masela juga tidak akan mampu memenuhi kebutuhan gas nanti.

"Kita expecting tidak (cukup). kan Masela ada timeline projectnya jadi 2035 kita expect gitu (tidak cukup suplai gas)," ujar dia.[jat]

Komentar

x