Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 14:56 WIB

Lanjutkan Tax Amnesty, Sri Mulyani Plin-Plan

Sabtu, 3 Agustus 2019 | 08:03 WIB
Lanjutkan Tax Amnesty, Sri Mulyani Plin-Plan
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani melanjutkan progam pengampunan pajak atau tax amnesty jilid dua, dinilai plin-plan. Sebelumnya tax amnesty dianggap program gagal yang tidak akan dilanjutkan.

Ya, lantaran pihak kementerian keuangan sempat sesumbar tidak akan melanjutkan program tax amnesty. Ekonom Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra mengaku ingat persis tanggal 23 November 2017. Kala itu, juru bicara Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Hestu Yoga Saksama, menegaskan tidak akan melanjutkan program tax amnesty.

Kala itu, Kemenkeu menyatakan bahwa mereka tengah mengejar para wajib pajak yang masih tidak melaporkan kekayaan mereka. Bahkan masih saat itu Kemenkeu juga meyakinkan bahwa Presiden Jokowi setuju tax amnesty di masa pemerintahannya hanya dilakukan satu kali.

"Bila akhirnya tax amesty kedua tetap dilaksanakan, artinya, pertama Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan dalam 3 tahun ini gagal menegakkan hukum mengejar para penghindar pajak. Kedua, Pemerintah telah bertindak tidak adil bagi para peserta tax amnesty pertama," ujar Gede di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Gede menambahkan, tax amnesty jilid dua, semakin memperlihatkan bahwa Kementerian Keuangan RI dipimpin oleh amatiran. "Sungguh disesalkan," tegas Gede.

Sementara, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengakui adanya rencana tax amnesty jilid II. "Loh di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin. Jika itu yang terbaik kita lihat nanti," katanya saat ditemui di Kantor Kadin, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Ia menuturkan, rencana tersebut merupakan salah satu kajian paket reformasi pajak yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat."Ya sekarang kami timbang dulu semuanya. Kami akan lihat situasi yang memungkinkan," ujarnya.

Pertimbangan untuk menetapkan tax amnesty jilid II ini berasal dari Sri Mulyani yang mendapat banyak cerita dari para pengusaha tentang penyesalan mereka karena tidak memanfaatkan program pengampunan pajak yang diadakan oleh pemerintah sekitar tiga tahun lalu. "Mereka meminta pemerintah menggelar tax amnesty lagi dan saat ini saya sedang menimbang suara itu," ujarnya.

Menurutnya, persiapan yang matang sangat diperlukan mengingat partisipasi dalam program tax amnesty pertama sangat rendah, yaitu hanya sekitar 1 juta wajib pajak (WP), sangat jauh dari ekspektasi pemerintah sehingga pemasukan negara tidak banyak. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x