Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 14:57 WIB

Kamil: Minum Teh Belum Menjadi Gaya Hidup Rakyat

Sabtu, 3 Agustus 2019 | 14:09 WIB
Kamil: Minum Teh Belum Menjadi Gaya Hidup Rakyat
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil - (inilahcom)

INILAHCOM, Bandung - Bicara teh, sebagian orang akan teringat budaya meminum teh ala bangsawan di Negeri Ratu Elizabeth. Sebagian lagi, akan mengingat upacara minum teh khas Negeri Sakura, Jepang.

Bagaimana dengan Indonesia? Teh masih kalah dari kopi. Pun konsumsi teh di Tanah Air masih terbilang rendah. Saat membuka West Java Bandung Tea Festival 2019 di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (2/8/2019), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berujar, rata-rata konsumsi teh di Indonesia hanya 300 gram per orang. Sementara di dunia, rata-rata konsumsi teh per orang adalah 700 gram.

Menurut Kamil, hal itu menunjukkan bahwa meminum teh belum populer dan belum menjadi gaya hidup bagi masyarakat Indonesia. "Setiap hari, saya pribadi minum teh, baik yang disajikan maupun beli di minimarket yang dingin. Intinya sudah jadi budaya keseharian. Saya ceritakan tantangan hari ini, konsumsi teh orang Indonesia masih kecil. Kita harus bikin teh jadi trendy. Produk teh kan banyak, ada yang dicampur susu, dingin, (atau) panas," kata Kamil.

Bicara teh di Indonesia, Jawa Barat (Jabar) sendiri menjadi penghasil teh terbanyak dengan mendominasi 70 persen dari produksi nasional. Perkebunan teh tersebut tersebar di beberapa kabupaten yakni Bandung, Sukabumi, Garut, Subang, Sumedang, Bogor, hingga Cianjur, dengan luas total 92.816 Ha.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Dody Firman Nugraha, Jabar punya keunggulan dalam perkebunan, termasuk untuk komoditas teh. Selain itu, berkat recovery dan gerakan penyelamatan agribisnis teh, produksi perkebunan teh meningkat dua tahun ke belakang.

"(Produksi) perkebunan teh meningkat dari 40 ribu ton pada 2017 jadi 41 ribu ton di 2018. Kita punya (hasil) cukup bagus dengan komoditas yang baik," kata Dody.

Mendampingi Kamil di West Java Bandung Tea Festival 2019, Dody mengatakan, edisi ke-16 festival teh ini bertujuan salah satunya untuk meningkatkan penjualan teh.

"Di WJBT 2019 ini, (bertujuan) menyebarkan edukasi manfaat teh, meningkatkan konsumsi teh regional dan nasional, juga ajang promosi yang efektif untuk mengembalikan citra teh di Jabar," tambah Dody.

Sama seperti kopi, tanaman teh pun terdiri dari bermacam-macam jenis yang menawarkan variasi rasa dan manfaat. Dari data yang dirilis pada 2015, ekspor teh Indonesia di dominasi negara tujuan asal Eropa.

Dari beberapa negara seperti Inggris, Jerman, Ukraina, hingga Polandia, volume ekspor teh Indonesia terbanyak ditujukan ke Rusia dengan total 11.445 ton. Selain ke Eropa, teh Indonesia juga diekspor ke Malaysia dan Uni Emirat Arab.

Indonesia sendiri menjadi negara penghasil teh ketujuh di dunia. Terdapat enam jenis teh Indonesia yang paling mendunia yakni teh melati, teh hitam, teh kayu aro, teh putih, teh oolong, dan teh hijau. [ipe]

Komentar

x