Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 16:05 WIB

Kejadian Pemadaman Total Bukan Hanya Di Indonesia

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 7 Agustus 2019 | 01:03 WIB
Kejadian Pemadaman Total Bukan Hanya Di Indonesia
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kejadian pemadaman listrik total atau blackout tak hanya terjadi di Indonesia saja. Negara maju lain juga pernah mengalami hal serupa.

Negara maju seperti USA juga beberapa kali mengalami blackout. Di New York tercatat tiga kejadian yaitu pada 13 Juli 1977, 14 Agt 2003 dan terakhir baru saja bulan lalu 14 Juli 2019.

"Jadi rata-rata periodenya 15-20 tahunan," kata Dewan Internasional Sistem Listrik Besar Indonesia, Herman Darnel Ibrahim di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Pemulihan blackout New York pada tahun 2003, menurutnya, memerlukan waktu lebih dua hari. Sementara kejadian terbaru pada 13 Juli 2019 lalu, juga baru pulih setelah dua hari.

"California juga pernah mengalami blackout tahun 1996, 2011, 2018 dan 2019," ujar dia.

Dalam sistem interkoneksi Jawa Bali, Herman yang pernah menjabat sebagai Direktur Transmisi dan Distribusi PLN periode 2003 2008 ini, mencatat setidaknya pernah terjadi 4 kali blackout. Masing-masing pada tanggal 13 April 1997, 18 Agt 2005, 18 Maret 2009 dan terakhir 4 Agt 2019 kemarin.

"Jadi kira-kira periodenya sekali dalam 5-10 tahunan," ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat diminta bisa memahami kejadian tersebut sebagai kecelakaan dalam masalah teknis transmisi, dan kondisi serupa juga pernah terjadi di berbagai negara.

"Memang tidak semua bisa langsung hidup karena terkait dengan sistem, termasuk yang aliran listriknya dari PLTU. Saya tidak sependapat kalau hal ini dikaitkan dengan ketidakkompetenan PLN tanpa memahami kronologisnya dengan jelas. Yang saya lihat, PLN sudah terlihat melakukan gerak cepat untuk mengatasi keadaan," kata Ketua Kebijakan Publik Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Singgih Widagdo.

Kecelakaan tersebut, menurut Singgih, merupakan masalah teknis transmisi yang terjadi di Ungaran, Semarang. Ada gangguan aliran power dari Timur yang tidak bisa masuk ke Barat, sementara cadangan (reserve) di Barat tidak tinggi.

Oleh karena itu, menurutnya, pembelajaran pertama dari kejadian ini adalah perlunya perbaikan sistem secara keseluruhan, dari hulu sampai hilir (dari pembangkit sampai ke pelanggan), baik dari sisi aksesbilitas maupun kapabilitas cadangan listrik. [hid]

Komentar

Embed Widget
x