Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 16:01 WIB

PLN Korban Kebijakan Efisiensi Menteri BUMN?

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 7 Agustus 2019 | 15:03 WIB
PLN Korban Kebijakan Efisiensi Menteri BUMN?
Anggota Komisi VII DPR, Bara Hasibuan‎ - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemadaman listrik di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah diduga dampak panjang dari upaya efisiensi instruksi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Rini Soemarno.

Anggota Komisi VII DPR, Bara Hasibuan menduga instruksi efisensi oleh BUMN terhadap PLN guna membuat keuangan sehat. Namun dampaknya dirasakan masyarakat karena listriknya mati. Bahkan di beberapa daerah listriknya pada sampai puluhan jam.

"Saya ada dugaan PLN mendapatkan tekanan dari Kementerian BUMN untuk meningkatkan kesehatan keuangannya," kata Bara, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Bara pun mengkawatirkan, efisiensi yang dilakukan PLN mengorbankan pemeliharaan aset. Dengan begitu, efisiensi PLN perlu dievaluasi sebab perusahaan tersebut tidak hanya mengejar keuntungan saja, tetapi memberikan pelayanan ke masyarakat.

"Ini harus kita lihat semuanya. Karena PLN bukan harus mengejar profit. Dalam Undang-Undang negara bertanggung jawab melayani dan PLN ditugaskan. Ternyata PLN tidak berjalan optimal," Kata dia.

Namun dia mengamini, efisiensi bukan satu satunya penyebab. Ada beberapa penyebab lainnya. Tadi dia belum bisa mengatakan. Komisi VII masih menuju hasil investigasi yang dilakukan PLN. "Penyebab (mati padam) bisa macam-macam," kata Bara. [hid]

Komentar

Embed Widget
x